Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PHK Buruh Pabrik Sepatu PT Nikomas Gemilang, Ini Penjelasan Kemenaker

Lesunya permintaan pasar ekspor mengakibatkan PT Nikomas Gemilang melakukan pemutusan hubungan kerja para buruh pabrik.
Ilustrasi/adweek.com
Ilustrasi/adweek.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengaku hingga saat ini belum menerima surat pengaduan dari karyawan PT Nikomas Gemilang yang ditawarkan  pengunduran diri.

“Belum ada surat pengaduan [dari karyawan PT Nikomas Gemilang],” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri kepada Bisnis, Kamis (12/1/2023). 

Kendati demikian, Indah tak berkomentar banyak saat ditanya langkah apa yang akan diambil oleh Kemnaker jika mendapatkan surat pengaduan dari karyawan PT Nikomas Gemilang.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 1.600 karyawan PT Nikomas Gemilang ditawarkan untuk mengundurkan tinggi lantaran lonjakan berbagai beban biaya yang dipicu oleh kondisi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian.

Anggota Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Anton J. Supit menilai, kondisi PT Nikomas Gemilang tersebut dipicu oleh kondisi ekonomi di Eropa dan AS, termasuk dampak dampak dari perang Rusia dan Ukraina. Sebab, ini berdampak terhadap pada penurunan kemampuan perusahaan untuk bertahan. 

“Resesi negara Eropa sana dan Amerika, akibatnya order yang jatuh ke pabrik itu drop sangat drastis,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, kondisi yang dialami PT Nikomas Gemilang saat ini juga banyak dialami oleh perusahaan dari sektor lain. Dia menegaskan, tidak ada yang salah dengan komoditas ataupun perusahaannya, dan menyebut kondisi saat ini hanyalah sementara dan akan pulih kembali.

“Nikomas itu menurut saya juga kecil, ada yang lebih besar. Bukan urusan sepatu yang jelek,  karena ada kelemahannya pasar Eropa dan pasar Amerika. Begitu kembali, naik lagi itu,”  jelasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper