Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investasi Panas Bumi Tersandera Tarif Jual Beli Listrik PLN

Isu harga jual beli listrik dinilai masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan panas bumi di Indonesia.
Petugas melakukan pengawasan dan pengecekan pada pembangkit listrik tenaga panas bumi/Istimewa
Petugas melakukan pengawasan dan pengecekan pada pembangkit listrik tenaga panas bumi/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menyebut bahwa polemik harga jual listrik yang ditawarkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN masih menjadi kendala utama pengembangan panas bumi di Indonesia.

Ketua Umum API Priyandaru Effendi mengatakan, harga jual listrik yang disanggupi PLN cenderung berada di bawah tingkat keekonomian proyek. Konsekuensinya, investor masih berhati-hati untuk ikut berpartisipasi pada pelelangan dua wilayah kerja panas bumi (WKP), di antaranya WKP Way Rate dan Nage yang sudah ditawarkan pemerintah sejak akhir Desember 2022 lalu. 

“Minat investor untuk berinvestasi cukup besar, tetapi sejauh ini terhalang harga jual listrik yang belum memenuhi tingkat keekonomian proyek, serta kepastian pembelian listrik oleh PLN,” kata Priyandaru saat dihubungi, Minggu (8/1/2023). 

Di sisi lain, Priyandaru mengatakan, sebagian besar perusahaan panas bumi masih menunggu efektivitas Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik pada lelang dua WKP tersebut yang bakal berakhir pada 13 Januari 2022. 

Kendati demikian, menurutnya, skema harga patokan tertinggi atau ceiling tariff yang diakomodasi di dalam Perpres itu dianggap masih belum mampu menggambarkan tingkat keekonomian proyek panas bumi saat ini. Dia meminta pemerintah dapat memberikan insentif tambahan untuk mengimbangi mahalnya biaya eksplorasi hingga pengembangan panas bumi di dalam negeri. 

“Perlu segera dipastikan insentifnya melalui peraturan menteri terkait untuk membantu keekonomian proyek bisa menjadi menarik,” kata dia. 

Bisnis sudah meminta konfirmasi kepada PLN terkait dengan permasalahan harga jual listrik panas bumi tersebut. Pertanyaan tertulis yang disampaikan kepada Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Wiluyo Kusdwiharto dan Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto tidak mendapat tanggapan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk membuka kembali lelang tiga hingga empat WKP tahun ini. Komitmen itu menyusul minat investor yang tinggi untuk kembali mengakuisisi sejumlah lapangan potensial di dalam negeri. 

“Tahun ini rencananya ada tiga hingga empat lokasi yang akan dilelang,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana kepada Bisnis, Minggu (8/1/2023). 

Hanya saja, Dadan belum dapat menerangkan secara detail lokasi WKP yang bakal ditawarkan kepada publik tersebut. Dia beralasan potensi sumber daya serta investasi pengembangan yang dibutuhkan masih dihitung lebih lanjut tim kementerian. 

Sementara itu, pada akhir 2022 lalu, Kementerian ESDM telah resmi melelang dua blok, yakni WKP Way Ratai yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan dan WKP Nage yang berada di Kabupaten Ngada kepada calon investor. Rencananya, lelang dua wilayah kerja itu akan ditutup pada 13 Januari 2023 mendatang. 

Dadan menuturkan, kementeriannya belum dapat mengukur minat serta komitmen investasi dari calon investor lantaran periode lelang dua WKP itu yang bersinggungan dengan hari libur Natal dan tahun baru pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper