Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KAI Buka Peluang Pemanfaatan Lahan untuk Pengembangan Kawasan TOD

PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka peluang bagi pengembang yang mau memanfaatkan lahannya untuk pengembangan TOD.
Pekerja sedang menggarap proyek pembangunan KAI space di Jalan Veteran Semarang. PT Kereta Api Indonesia Persero Daerah Operasi (PT KAI DAOP) IV Semarang sedang mengembangkan sejumlah aset untuk dimanfaatkan sebagai pendulang pendapatan di luar pendapatan dari operasional kereta api. /Bisnis-M. Faisal Nur Ikhsan
Pekerja sedang menggarap proyek pembangunan KAI space di Jalan Veteran Semarang. PT Kereta Api Indonesia Persero Daerah Operasi (PT KAI DAOP) IV Semarang sedang mengembangkan sejumlah aset untuk dimanfaatkan sebagai pendulang pendapatan di luar pendapatan dari operasional kereta api. /Bisnis-M. Faisal Nur Ikhsan

Bisnis.com, JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membuka peluang untuk pelaku usaha yang mau mengembangkan bisnis di lahan milik perusahaan.

Hal ini menyusul dorongan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk memanfaatkan lahan kosong tak terpakai milik PT KAI untuk pembangunan hunian vertikal, sekaligus mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

VP Corporate Communication PT KAI (Persero) Joni Martinus mengatakan total lahan KAI saat ini mencapai 270 juta meter persegi. Lahan tersebut mencakup berbagai kegiatan perusahaan maupun aset untuk komersialisasi.

"Selain memiliki bisnis angkutan penumpang dan barang, kami juga memiliki bisnis komersialisasi aset. Berbagai lahan KAI dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan usaha seperti pertokoan, persewaan lahan, hingga pengembangan TOD," kata Joni kepada Bisnis, Selasa (3/1/2023).

Joni menerangkan, luas lahan KAI 270 juta meter persegi tersebut diperuntukkan untuk semua kegiatan perusahaan, di antaranya untuk komersial atau persewaan, branding, operasional dan pelayanan, termasuk rumah dinas, kantor, dan lainnya.

Dari total lahan tersebut, Joni tak memberikan luas lahan pasti yang dapat dipergunakan untuk pengembangan TOD. Namun, pihaknya mengaku siap berkolaborasi dengan berbagai pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya di lahan KAI.

Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyinggung persoalan milenial yang masih kesulitan untuk memiliki rumah layak huni dan terjangkau, mengingat harga rumah dan tanah saat ini sangat tinggi.

"Karena itu, kita coba buat terobosan, tanahnya PT KAI yang menganggur itu kita petakan dan kita bangun apartemen, ada yang harganya subsidi dan ada yang nonsubsidi," kata Erick, dikutip Selasa (3/1/2023).

Erick mengatakan, saat ini telah ada 14.000 - 16.000 unit yang telah dibangun oleh jajarannya. Di tahun ini, proyek pembangunan hunian TOD akan dikolaborasikan antara PT Bank Tabungan Negara (BTN) dan Perumnas.

Rencana tersebut sebelumnya telah dilakukan pada 2017 lalu ketika PT KAI (Persero) bersama Perum Perumnas membangun rusun berkonsep Transit Oriented Development (TOD) senilai Rp705 miliar di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

PT KAI sebelumnya sempat Perum Perumnas untuk membangun rumah susun berkonsep Transit Oriented Development (TOD) pada 2017 senilai Rp705 miliar di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper