Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Senada dengan Lagarde, Pejabat ECB Ini Sebut Suku Bunga Masih Perlu Naik Tahun Ini

Anggota Dewan Pengendali ECB Joachim Nagel mengatakan masih banyak hal yang harus dilakukan agar inflasi dapat kembali turun ke target 2 persen.
Christine Lagarde, Presiden European Central Bank (ECB), dalam konferensi pers di Frankfurt, Germany, Kamis (16/12/2021)/ Bloomberg-Andreas Arnold
Christine Lagarde, Presiden European Central Bank (ECB), dalam konferensi pers di Frankfurt, Germany, Kamis (16/12/2021)/ Bloomberg-Andreas Arnold

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) menegaskan masih banyak hal yang harus dilakukan agar inflasi dapat kembali turun ke target 2 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Dewan Pengendali ECB Joachim Nagel. Hal ini didorong oleh sejumlah survei bank sentral yang menunjukkan peningkatan ekspektasi inflasi jangka panjang.

"Survei bulanan kami terhadap perusahaan dan rumah tangga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam ekspektasi inflasi jangka panjang," kata Nagel sebagai dilansir dari Bloomberg pada Senin (2/1/2022).

Seperti diketahui, ECB menaikkan suku bunga sebesar 250 basis poin tahun lalu, bahkan para pejabat telah mengatakan lebih banyak kenaikan akan datang.

Nagel menyoroti hal tersebut dengan mengatakan bahwa akan salah jika bertindak ragu saat ini karena takut suku bunga yang lebih tinggi dapat merugikan pertumbuhan ekonomi.

"Kemudian kita akan dipaksa untuk memperketat kebijakan lebih tajam di masa mendatang, sehingga justru membuat perekonomian lebih tertekan (dari saat ini)," lanjutnya.

Pernyataan Nagel senada dengan Presiden ECB Christine Lagarde yang mengatakan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi terkendali.

"Saat ini, suku bunga kebijakan ECB harus lebih tinggi untuk mengekang inflasi dan menurunkannya ke target kami sebesar 2 persen," kata Lagarde.

Menurutnya, penetapan tersebut sangat penting karena akan lebih buruk lagi jika ECB membiarkan inflasi tetap tinggi dan menekan pertumbuhan ekonomi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper