Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Blue Bird (BIRD) Bicara Soal Proyeksi Kinerja Akhir Tahun

PT Blue Bird Tbk. (BIRD) optimistis hasil kinerja pada kuartal IV/2022 bakal lebih baik dengan adanya KTT G20 dan Nataru.
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Blue Bird Tbk. (BIRD) optimistis hasil kinerja pada kuartal IV/2022 bakal lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Perhelatan KTT G20 di Bali serta libur Natal dan tahun baru akan menjadi katalisnya.

"Performa akhir tahun, memang satu bulan lagi, tapi kami cukup optimistis hasilnya lebih baik dari kuartal III/2022," jelas Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono pada acara Peluncuran Bluebird Academy di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Menurut Sigit, kinerja emiten taksi biru itu akan bisa lebih baik pada akhir tahun berkat di antaranya KTT G20 November lalu. Pada saat itu, kinerja Bluebird ditopang oleh pelayanan operasional mobilitas peserta KTT G20.

Di Bali, Bluebird turut mendukung mobilitas peserta KTT dengan salah satunya menyediakan taksi bertenaga listrik. Sampai akhir tahun ini, perusahaan juga menargetkan populasi taksi listriknya meningkat ke 150 unit kendaraan.

Tidak hanya berkah G20, Sigit menilai high season pada libur Natal dan tahun baru akan mendongkrak kinerja perusahaan akhir tahun. Kendati demikian, dia mengaku akan terus berhati-hati lantaran kasus Covid-19 yang meningkat akhir-akhir ini.

"Kami tetap harus berhati-hati mendekati libur Natal dan tahun baru biasanya terjadi sedikit pengurangan aktivitas, tapi kami mendapatkan beberapa kepastian order-order yang lain. Jadi kami tetap optimistis," tuturnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, Bluebird membukukan pendapatan bersih setelah pajak di tiga kuartal 2022 sebesar Rp2,51 triliun. Pendapatan itu meningkat 73 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), yakni sebesar Rp1,45 triliun.

Hingga kuartal III/2022, emiten berkode saham BIRD itu juga mengantongi laba bersih Rp260,63 miliar. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, BIRD menderita rugi bersih sebesar Rp66,19 miliar.

"Di kuartal IV/2022 ini pertumbuhan kami memang tidak akan mencapai ratusan persen lagi, tapi kalau kami lihat dari year-on-year sendiri bisa mencapai double digits," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper