Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Soal Impor Beras, Pengamat Pesankan Ini untuk Perum Bulog

Impor beras diharapkan tak menganggu harga di petani, sebab panen raya diproyeksikan akan terjadi di akhir Februari 2023.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  16:02 WIB
Soal Impor Beras, Pengamat Pesankan Ini untuk Perum Bulog
Ilustrasi impor beras yang dilakukan Perum Bulog - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat pertanian meminta Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) untuk memastikan beras impor sebanyak 200.000 ton yang akan masuk ke Indonesia agar tidak mengganggu harga di tingkat petani dan menyebabkan anjloknya harga. Hal itu, mengingat panen raya diproyeksikan akan terjadi pada akhir Februari 2023.

Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menekankan Perum Bulog agar segera mendatangkan stok impor sebelum akhir tahun atau sebelum panen raya dan menjaga peredaran beras impor dengan langsung memasukkan pasokan tersebut ke gudang Bulog.

“Tidak mengganggu harga petani itu konteksnya saat panen nanti, akhir Februari atau awal Maret 2023. Caranya, beras hanya akan keluar gudang apabila dibutuhkan, terutama untuk operasi pasar dan keperluan lain,” ungkapnya, Kamis (8/12/2022).

Khudori berharap stok cadangan beras pemerintah (CBP) dapat tersedia setidaknya setara dengan 6 bulan jumlah pengeluaran untuk operasi pasar atau program Ketersediaan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

Bila mengacu pada penyaluran CBP di 2020-2021, kata Khudori, rata-rata pengeluaran beras Perum Bulog setiap bulannya mencapai 120.000 ton. Bila harus memiliki stok setidaknya untuk 6 bulan, artinya Perum Bulog setidaknya harus memiliki 720.000 ton CBP.

“Sementara stok beras di gudang Bulog saat ini kan [kurang dari] 500.000 ton,” katanya.

Untuk diketahui, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, saat ini stok beras milik Perum Bulog secara total, baik komersial maupun CBP, tersedia sebanyak 494.202 ton. Dia menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, stok komersial tersedia sebanyak 198.965 ton (40,24 persen) dan stok CBP 295.337 ton (59,76 persen).

Dengan demikian, butuh setidaknya sekitar 700.000 ton untuk mencapai batas minimal stok CBP, sebesar 1-,12 juta ton, yang harus dipasok dari dalam negeri sebesar 500.000 ton dan 200.000 ton dari luar negeri.

“Sebenarnya, stok CBP kami itu sekarang tinggal 295.000 ton,” ucap Arief dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR bersama Menteri Pertanian, Kepala BPS, Kepala Bapanas, Dirut Perum Bulog, dan Dirut PT RNI, Rabu (7/12/2022).

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), menegaskan pihaknya tengah mengupayakan stok beras dari luar negeri tersebut akan datang dalam waktu dekat.

“Kami upayakan Desember 2022, ini tinggal hitungan minggu. Sudah jelas kami tidak berhasil mendapatkan yang di dalam negeri sebanyak 500.000 ton, hanya ada 166.000 ton, maka harus datangkan minimal 200.000 ton, tapi tidak mudah mendapatkan itu,” kata Buwas usai menghadiri Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR, Rabu (7/12/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Beras impor beras Stok Beras produksi beras Bulog Beras Bulog perum bulog
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top