Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekonom Senior Aviliani Prediksi Inflasi 2023 Bisa Sentuh 6 Persen

Ekonom Aviliani beranggapan bahwa inflasi 2023 akan melebihi perkiraan pemerintah, yakni di kisaran 3±1 persen atau 2—4 persen.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  22:58 WIB
Ekonom Senior Aviliani Prediksi Inflasi 2023 Bisa Sentuh 6 Persen
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani. Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai bahwa inflasi berpotensi bergerak di 6 persen pada tahun depan, imbas dari ketidakpastian ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan oleh Aviliani dalam seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2023 yang diselenggarakan Indef. Aviliani menyoroti aspek moneter dan dinamika industri perbankan dalam menghadapi 2023 yang penuh tantangan.

Menurutnya, laju inflasi masih akan bergerak tinggi pada tahun depan. Aviliani beranggapan bahwa inflasi 2023 akan melebihi perkiraan pemerintah, yakni di kisaran 3±1 persen atau 2—4 persen.

“Inflasi [2023] mungkin tidak 3—4 persen, tetapi mungkin di bawah 7 persen, masih sekitar 6 persen,” ujar Aviliani pada Senin (5/12/2022).

Menurutnya, laju kenaikan akan sedikit tertahan oleh upaya pemerintah dalam menjaga inflasi bahan pangan. Pemerintah daerah berlomba-lomba memperoleh insentif dengan menurunkan inflasi di tempatnya melalui pemenuhan pasokan pangan.

Aviliani menilai bahwa langkah itu dapat berlanjut pada tahun depan demi meredam laju inflasi. Meskipun begitu, langkah itu saja tidak cukup, sehingga terdapat kemungkinan inflasi akan berada di atas harapan pemerintah.

Dia menilai bahwa dalam dua kuartal terakhir terjadi peningkatan ekonomi yang signifikan, dengan dominasi konsumsi hingga 65 persen pengeluaran berasal dari kelas menengah dan atas. Hal tersebut menggambarkan resistensi kelompok menengah dan atas yang relatif tidak terdampak inflasi secara signifikan.

“Inflasi itu paling kena dampaknya pada 40 persen kelas bawah, yang konsumsinya hanya 17 persen dari total nasional. Jadi memang harus dijaga bantuan langsung tunai [BLT], bagaimana tahun depan meskipun tidak ada program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN] BLT bisa tetap dijaga,” ujar Aviliani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indef Inflasi aviliani
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top