Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Terancam, Garudafood (GOOD) Minta Tambah Kuota Impor Gula Rafinasi

Pemerintah sudah meminta Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) untuk memberikan data mengenai kebutuhan industri pada 2023.
Produk-produk Garudafood/garudafood.com
Produk-produk Garudafood/garudafood.com

Bisnis.com, JAKARTA- Emiten Industri makanan dan minuman (mamin) PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) meminta pemerintah agar menambah kuota impor gula kristal rafinasi (GKR) guna mencukupi kebutuhan industri. 

Head of Corporate Communication & Relations Dian Astriana mengatakan penambahan kuota impor gula rafinasi tersebut diperlukan untuk mencegah terganggunya kelancaran produksi perusahaan. 

"Terkait pasokan GKR akhir tahun, apabila terkendala maka tentu berpotensi mempengaruhi kelancaran produksi kami. Kami berharap pemerintah menambah kuota sehingga dapat mencukupi kebutuhan industri mamin," kata Dian lewat keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (5/12/2022). 

Menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), kebutuhan gula di dalam negeri pada 2022 mencapai sekitar 6,48 juta ton yang terdiri atas 3,21 juta ton gula kristal putih (GKP) dan 3,27 juta ton gula kristal rafinasi (GKR). 

Sementara dari hasil rapat koordinasi terbatas atau Rakortas Tingkat Menteri pada 26 Oktober 2021 lalu, disepakati alokasi impor gula mentah untuk bahan baku gula rafinasi dan konsumsi tahun 2022 sebanyak 4,37 juta ton.

Perinciannya, alokasi untuk gula kristal rafinasi atau GKR ditetapkan sebanyak 3,48 juta ton, sedangkan gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi sebanyak 891,627 ton.

Sementara terkait dengan usulan penambahan kuota, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan pemerintah sudah melakukan verifikasi ke industri terkait dengan kebutuhan impor bahan baku GKR. 

"Kami baru melakukan verifikasi ke industri. Belum secara resmi disampaikan kepada kami dari surveyor independen," kata Putu ketika ditemui di Gedung Kemenperin di Jakarta baru-baru ini. 

Pemerintah, tambahnya, juga sudah meminta Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) untuk memberikan data mengenai perkiraan pertumbuhan kebutuhan industri untuk 2023.

Setelah data tersebut diterima, kata Putu, perihal tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi teknis (rakornis). "Kami upayakan bulan Desember selesai. Industri sudah mengusulkan tapi belum diputuskan," jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper