Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jelang Nataru, Harga Telur Ayam di Jakarta Tembus Rp31.155 per Kg

Harga telur ayam di Jakarta pada hari ini, Senin (5/12/2022), telah menembus Rp31.156 per kilogram (kg).
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  15:06 WIB
Jelang Nataru, Harga Telur Ayam di Jakarta Tembus Rp31.155 per Kg
Pedagang merapikan telur di Pasar Senen, Jakarta, Senin (29/4/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga telur ayam terus menunjukkan tren kenaikan, khusunya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tercatat pada hari ini, Senin (5/12/2022), harga telur ayam di Jakarta telah menembus Rp31.156 per kilogram (kg).

Info Pangan Jakarta melaporkan harga telur ayam hari ini untuk pukul 14.32 WIB berada di level Rp31.156 per kg atau naik Rp91 dibanding hari sebelumnya.

Harga tertinggi berada di Pasar Paseban, Jakarta Pusat, sebesar Rp33.000 per kg, sedangkan harga terendah di Pasar Ciplak, Jakarta Timur, sebesar Rp29.000 per kg.

Sementara itu, kenaikan harga telur ayam tertinggi berada di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan yaitu Rp4.000 dari Rp29.000 menjadi Rp33.000 per kilogram.

Bila melihat secara rata-rata dalam Pusat Informasi Harga Pangan Startegis Nasional (PIHPSN), harga telur ayam berada di level Rp30.450 per kilogram.

Harga telur ayam tertinggi berada di Papua yang mencapai Rp40.300 per kg, diikuti oleh Maluku Rp39.600 per kg, dan Papua Barat seharga Rp34.850 per kg. Sementara itu, harga telur ayam terendah justru berada di Sulawesi Selatan yaitu Rp25.100 per kilogram.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan pihaknya terus menekan kenaikan harga telur ayam yang sudah terjadi dalam satu bulan terakhir dan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menyampaikan pengaturan supply and demand serta management stock komoditas telur ayam ras merupkan langkah penting yang harus segera dilakukan. Hal tersebut untuk menjaga agar kenaikan harga tidak terus terjadi khususnya menjelang Hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Nataru.

Telur merupakan salah satu komoditas yang produksinya tidak bisa dipacu atau dipercepat secara serta-merta, sehingga apabila tiba-tiba ada lonjakan permintaan tanpa persiapan stok dan suplai yang memadai maka otomatis akan mengerek harga di pasar.

"Hal ini yang harus di-manage dan dikomunikasikan bersama seluruh stakeholder. Memang kalau ayam bertelur itu setiap hari satu telur, tidak bisa ditahan dan tidak bisa dipercepat, maka harus diatur supply sama demand-nya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/12/2022).

Untuk ke depannya, kata Arief, pihaknya bersama-sama Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait akan duduk bersama menyiapkan sistem untuk mengatur peningkatan produksi, supply, demand (penyerapan), dan pengelolaan cadangan pangan telur sehingga management stock-nya lebih terkendali.

Sebagai informasi, Bapanas telah meminta para peternak layer dan pedagang telur untuk membeli dan menjual telur ayam ras sesuai dengan Harga Acuan Penjualan/Pembelian (HAP) yang telah disepakati dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No.5/2022.

Berdasarkan Perbadan tersebut harga acuan pembelian di tingkat produsen (peternak layer) berada di kisaran Rp 22.000-Rp 24.000 per kg, sedangkan harga acuan penjualan di tingkat konsumen Rp 27.000 per kg.

Mengacu pada ketentuan tersebut, harga telur ayam di Jakarta telah melampaui harga acuan yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur telur ayam Natal dan Tahun Baru harga pangan
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top