Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Badai PHK Hantam Perusahaan Media, CNN Pangkas Karyawan

Keputusan PHK ini terjadi lantaran CNN tertinggal jauh dari pesaing utamanya, Fox News dan MSNBC, khususnya dalam jumlah pembaca.
CNN Network./Bloomberg
CNN Network./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih berlanjut, kali ini datang dari perusahaan induk jaringan CNN. Keputusan PHK ini dilakukan untuk mengurangi pengeluaran di tengah tekanan investor.

Dilansir dari New York Times pada Kamis (1/12/2022), dalam sebuah memo yang ditujukan kepada karyawan, Chief Executive Officer CNN Network Chris Licht mengungkapkan ada beberapa orang khususnya kontributor bayaran yang diberitahu terkait pemutusan kontrak kerja tersebut pada hari Rabu.

"Sangat sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu anggota tim CNN, apalagi banyak," tulis Licht dalam memo tersebut.

Pemimpin jejaring media tersebut mengatakan ini merupakan kali pertama bagi dirinya menggambarkan proses yang begitu sulit, "pukulan telak, karena saya tahu seperti itulah rasanya bagi kita semua." lanjutnya.

Menurut data Nielsen, keputusan PHK ini terjadi lantaran CNN tertinggal jauh dari pesaing utamanya, Fox News dan MSNBC, khususnya dalam jumlah pembaca.

Keputusan PHK ini menjadi kemenangan atas MSNBC sebagai pemilik jumlah penonton dalam demografi pengiklan yang diminati segmen usia 25-54 tahun. Meski demikian, peringkat yang masih di sorot secara keseluruhan telah memengaruhi profitabilitas CNN tahun ini.

Menurut dua orang yang mengetahui masalah ini, pemutusan hubungan kerja ini bisa memengaruhi sebagian besar karyawan.

Para eksekutif telah membahas pemotongan biaya US$100 juta, tetapi Licht mengatakan masih mencoba mempertahankan pekerjaan pengumpulan berita, sehingga jangkar profil tertinggi jaringan diperkirakan tidak akan terpengaruh.

Licht berusaha untuk menghindari pemotongan jurnalis foto dan editor video dengan tujuan untuk menghemat pengeluaran program prime-time dan pagi. Pihak perusahaan juga berencana untuk mempekerjakan lebih banyak karyawan untuk bisnis digital intinya, jelas seseorang yang mengetahui pemotongan ini.

Pemilik jaringan mengisyaratkan pemotongan dalam sebuah memo kepada karyawan bulan lalu, memberi tahu pekerja bahwa para eksekutif akan memperhatikan pengeluaran di seluruh bisnis dan mencatat bahwa PHK akan menghasilkan perubahan yang nyata.

Selanjutnya, pengumuman yang datang bulan Oktober cukup mengejutkan karyawan. Pasalnya, beberapa bulan sebelumnya, Licht sempat memberi tahu karyawan bahwa dia tidak mengharapkan Warner Bros. Discovery. yakni perusahaan induk CNN, untuk memberlakukan PHK tambahan di anak perusahaanya setelah menutup layanan streaming CNN+, yang mengakibatkan PHK besar-besaran.

Licht meninjau bisnis CNN sejak dirinya mengambil alih pada bulan Mei, dan dia meminta para eksekutif di jaringan untuk memainkan serangkaian kemungkinan yang mencakup beberapa pemotongan biaya.

Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan melakukan beberapa pemotongan, termasuk di divisi audio dan The Vault, yakni sebuah inisiatif untuk koleksi digital.

Meski demikian, ruang lingkup pemotongan meningkat karena kondisi ekonomi memburuk. Warner Bros. Discovery mengungkapkan pada tahun lalu penghematan US$3 miliar akan dihasilkan dari megamerger antara Discovery dan WarnerMedia yang menciptakan media bersar itu.

Memasuki bulan Oktober, perusahaan bahkan mengatakan akan mengeluarkan lebih dari US$1 miliar biaya terkait restrukturisasi, termasuk pesangon. Namun, beberapa minggu kemudian, CNN mengumumkan akan berhenti membeli serial TV dan film orisinal dan mengeksplorasi pembuatan studio dalam jaringan yang berfokus pada konten berdurasi panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper