Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Underlying Asset Sukuk dari Barang Milik Negara Tembus Rp1.000 Triliun

Nilai barang milik negara yang sudah digunakan sebagai underlying asset SBSN sampai kuartal III/2022 tembus Rp1.000 triliun.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 23 November 2022  |  18:11 WIB
Underlying Asset Sukuk dari Barang Milik Negara Tembus Rp1.000 Triliun
Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan mencatat bahwa nilai barang milik negara atau BMN yang menjadi underlying sukuk telah melampaui Rp1.000 triliun.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban menjelaskan bahwa pengelolaan BMN dapat memberikan pemasukan bagi negara, misalnya melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Optimalisasi BMN pun terus dilakukan agar potensi penerimaan kian bertambah.

Selain itu, menurut Rionald, manfaat keekonomian dari BMN ada dari penggunaannya sebagai underlying surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk. BMN menjadi salah satu underlying asset dari sukuk karena merupakan aset produktif dan memenuhi prinsip syariah.

"Pengelolaan BMN juga mengambil peran dalam perekonomian nasional, melalui penyiapan BMN sebagai underlying asset SBSN. Nilai BMN yang sudah digunakan sebagai underlying asset SBSN sampai kuartal III/2022 adalah Rp1.106 triliun," ujar Rionald pada Rabu (23/11/2022).

Berdasarkan data Kemenkeu, outstanding SBSN hingga 22 November 2022 telah mencapai Rp975 triliun. Nilai underlying asset itu lebih tinggi dari outstanding sukuk saat ini.

Rionald menyebut bahwa BMN turut mendukung pemenuhan kebutuhan fiskal negara, baik dari sisi penerimaan maupun sebagai underlying asset. Oleh karena itu, dia mendorong agar pemerintah, kementerian, dan lembaga untuk terus mengoptimalkan BMN yang ada.

"Dengan SBSN tersebut kita dapat memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan dari APBN dalam mendukung kebijakan fiskal," kata Rionald.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu barang milik negara sukuk
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top