Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Stok Beras Bulog Tipis, Buwas: Gara-gara Kementan Ingkar Janji

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 22 November yang ada di Bulog saat ini kurang dari 600.000 ton.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memberikan penjelasan kepada awak media, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu (15/5/2019)./Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memberikan penjelasan kepada awak media, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu (15/5/2019)./Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog diperkirakan tidak akan dapat memenuhi target cadangan beras sebesar 1,2 juta ton hingga akhir tahun. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 22 November yang ada di Bulog saat ini kurang dari 600.000 ton.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan bahwa sebenarnya dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) pada awal November 2022, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menjanjikan Bulog sebesar 500.000 ton beras. Namun, hingga kini beras tersebut tidak ada.

“Bukannya kita tidak mau membeli [dengan harga komersil], tapi memang barangnya tidak ada. Pada saat itu, ada yang janji di depannya Pak Menko bahwa dalam kurun waktu 1 minggu akan menyetor beras 500.000 ton untuk Bulog. Pak Wandi [Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi], kan pada saat itu?” ujar Buwas dalam paparannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI bersama Kementan, Bapanas, dan ID Food, Rabu (23/11/2022).

Buwas mengatakan, karena janji Kementan yang tidak terealisasi hingga saat ini, pihaknya mencoba memperoleh beras dari perusahaan-perusahaan besar. Akan tetapi, mereka tidak bersedia melepas beras ke Bulog. Padahal, kata Buwas, Bulog siap membeli dengan harga komersil.

“Karena stok mereka untuk menjaga pasar mereka,” ucapnya.

Selain itu, Buwas menepis anggapan Bulog tidak mau membeli beras petani dengan harga wajar. Buwas mengklaim Bulog justru berpihak kepada petani yang dibuktikan dengan tidak pernah impor selama 4 tahun.

“Untuk CBP kita tidak impor. Kita beli kepada petani walaupun harganya mahal,” ujar Buwas.

Namun, kata Buwas, apabila Bulog saat ini membeli beras dengan harga komersil, yang akan diuntungkan justru pengusaha.

“Saat ini, sudah tidak ada panen, Pak. Sudah ada di pengepul-pengepul. Sudah ada di pengusaha-pengusaha beras. Ini faktanya seperti itu. Jadi itu bukan tugas yang diinisiatif Bulog, tapi justu ini tugas dari negara kepada Bulog untuk menyediakan beras 1-1,2 juta ton,” jelas eks Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Polri tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper