Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SCI Sebut 5 Jurus Penguatan Rantai Pasok

Supply Chain Indonesia atau SCI menyebut 5 jurus untuk mengoptimalkan rantai pasok agar resilien.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 November 2022  |  13:09 WIB
SCI Sebut 5 Jurus Penguatan Rantai Pasok
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Supply Chain Indonesia (SCI) menilai rantai pasok yang resilien dibutuhkan untuk menghadapi dinamika dan disrupsi global yang terjadi seperti yang telah dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam dialog Informal Pemimpin APEC di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Presiden Joko Widodo mengemukakan dua sektor prioritas yang bisa mendorong upaya pemulihan ekonomi global, yaitu rantai pasok yang resilien dan industri kreatif sebagai pertumbuhan baru.

Rantai pasok pangan dan energi perlu dijaga serta sumber alternatif, rute dan hub logistik baru perlu didukung investasi baru. Hilirisasi menjadi kunci agar negara berkembang dapat menjadi bagian rantai pasok melalui produksi barang yang memiliki nilai tambah bukan hanya sebagai sumber bahan baku.

Merespons hal tersebut, Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menjelaskan dinamika rantai pasok secara signifikan terjadi pada masa pandemi. Selain berupa gangguan pasokan, gangguan juga terjadi juga dalam transportasi termasuk kelangkaan kontainer yang berdampak besar terhadap logistik industri.

Gangguan juga terjadi dari kondisi geopolitik global seperti perang Rusia-Ukraina, perang dagang Amerika Serikat dan China, serta konflik China dan Taiwan. Berbagai gangguan dan disrupsi rantai pasok telah dilalui tetapi para pelaku industri harus melakukan antisipasi, baik terhadap fenomena serupa maupun berbeda, termasuk terhadap ancaman resesi ekonomi tahun 2023.

Dia pun menjabarkan sejumlah strategi membangun rantai pasok yang resilien. "Pertama, peningkatan kemampuan dan kecepatan adaptasi terhadap dinamika dalam lingkup domestik, region, dan global," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (21/11/2022).

Kedua, membangun jejaring kerja sama dan penguasaan rantai pasok global. Keberadaan dalam rantai pasok global memang berisiko, namun dengan penguasaan yang baik justru memudahkan untuk mengatasi disrupsi.

Ketiga, untuk mengantisipasi gangguan sumber pasokan dan jaringan transportasi, strategi sourcing harus diubah dari single sourcing menjadi global sourcing dengan multi-provider, multi-country, dan multi-region.

Keempat, hilirisasi untuk meningkatkan nilai jual komoditas. Pengembangan industri hilir sangat perlu untuk memperkuat struktur industri dan mengurangi ketergantungan bahan baku. Untuk industri farmasi, misalnya, sekitar 95 persen bahan baku berasal dari impor

Kelima, pemanfaatan teknologi informasi perlu ditingkatkan untuk mendukung efisiensi dan efektivitas logistik dan rantai pasok, serta untuk mengembangkan dan memperkuat rantai pasok domestik sebagai upaya mengurangi ketergantungan rantai pasok global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik supply chain
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top