Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekonomi Tumbuh 5,72 Persen, KSP Sebut Indonesia Tak Boleh Lengah dari Ancaman Resesi

Pemerintah akan terus menjaga pertumbuhan ekonomi dengan melaksanakan bauran kebijakan pengendalian inflasi, peningkatan investasi, dan mendorong ekspor.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 08 November 2022  |  16:24 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,72 Persen, KSP Sebut Indonesia Tak Boleh Lengah dari Ancaman Resesi
Ilustrasi resesi ekonomi global 2023 - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia tetap waspada di tengah potensi ancaman resesi global meskipun pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2022 tumbuh impresif.

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Edy Priyono menyampaikan Indonesia patut bersyukur lantaran ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,72 persen (year-on-year/yoy) pada kuartal III/2022. 

Kendati demikian, pemerintah tak boleh lengah. Pasalnya potensi ancaman resesi global, inflasi, dan pengetatan kebijakan moneter masih di depan mata, dan dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kita harus bersyukur ekonomi kita di triwulan tiga melaju kencang. Tapi capaian ini jangan membuat lengah, kewaspadaan terhadap potensi ancaman resesi masih harus dijaga,” kata Edy dalam keterangan resmi, Selasa (8/11/2022).

Dia memastikan, pemerintah akan terus bekerja keras guna menjaga pertumbuhan ekonomi, yaitu dengan melaksanakan bauran kebijakan pengendalian inflasi, peningkatan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekspor.

Selain itu, pemerintah juga menganggarkan beragam insentif dan bantuan sosial (bansos) guna membantu industri dan masyarakat yang terdampak.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 persen di tengah perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi domestik. Angka tersebut melebihi pertumbuhan ekonomi negara-negara lain seperti Tiongkok sebesar 3,9 persen, AS 1,8 persen, Jerman 1,2 persen, Uni Eropa 2,1 persen, dan Korea Selatan 3,1 persen.

Adapun pencapaian positif ini ditopang oleh permintaan domestik serta tingginya kinerja investasi dan ekspor, di mana konsumsi rumah tangga tumbuh 5,39 persen secara tahunan, investasi 4,96 persen, dan ekspor tumbuh 21,64 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Resesi resesi ekonomi Pertumbuhan Ekonomi BPS
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top