Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menkes Targetkan Tak Lagi Impor Bahan Baku Paracetamol pada 2027

Selama ini, 99,99 persen bahan baku obat paracetamol masih didatangkan dari luar negeri atau impor.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 08 November 2022  |  15:57 WIB
Menkes Targetkan Tak Lagi Impor Bahan Baku Paracetamol pada 2027
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan bahan baku obat paracetamol 100 persen bisa diproduksi di dalam negeri pada 2027. Selama ini, 99,99 persen produk tersebut didatangkan dari luar negeri atau impor.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dari 16 bahan baku obat yang telah diidentifikasi, paracetamol adalah yang paling tinggi impornya. Oleh karena itu, pihaknya telah bekerja sama dengan PT Kaltim Parna Industri (KPI) untuk membangun fasilitas produksi dan ditargetkan impor bahan baku obat paracetamol dapat ditekan dari 99 persen menjadi 19 persen pada 2024.

“Dari 99 persen menjadi 19 persen [impor]. Kita meminta perusahaan perusahaan membuat produksinya di dalam negeri. Kemudian pada 2027 ditargetkan 100 persen,” ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (8/11/2022).

Budi memaparkan, perusahaan-perusahaan yang bakal memproduksi bahan baku obat tersebut, yaitu PT Kaltim Parna Industri (KPI) dan PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP). Adapun, pada 2021 telah, Kemenkes telah melakukan persiapan pembangunan fasilitas produksi (fasprod) yang bekerja sama dengan PT KPI. Kemudian pada 2022, kerja sama atau MoU juga dilakukan antara KFSP dengan Sinopharm.

“Kemudian pada 2027 ditargetkan 100 persen bahan baku Paracetamol diproduksi dalam negeri [PT KPI] dan 30 persen ekspor oleh PT KFSP,” tulis Budi dalam presentasinya.

Menurut dia, ketika sudah diproduksi, Kemenkes akan mendorong industri melakukan change source atau peralihan dari impor dan membeli produk buatan dalam negeri.

“Jadi bahan baku obat kalau mesti berubah dari impor ke pembeli-pembeli dalam negeri harus dilakukan perubahan bahan baku obatnya secara resmi dan ini kadang kadang agak panjang waktu yang dibutuhkan. Makanya kita fasilitasi agar change source ini bisa lebih cepat terjadi,” ujar Budi.

Di samping bahan baku paracetamol, Budi menuturkan bahwa garam farmasi pun akan ditekan importasinya hingga 100 persen pada 2024. Selama ini, diketahui garam farmasi 100 persen dari impor. Pada tahun ini, lanjut dia, Kemenkes menargetkan impornya turun menjadi 79,38 persen.

“Saat ini, sudah 158 industri farmasi menggunakan produk dalam negeri, di antaranya 39 industri farmasi melakukan change source. Dan diharapkan tahun depan bisa menurunkan impornya hanya 18,39 persen. Sebagian besar akan kita dorong membeli dalam negeri, dan 2024 ditargetkan 100 persen garam farmasi diproduksid dalam negeri,” ungkap eks Wakil Menteri BUMN itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan baku obat menteri kesehatan impor
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top