Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pelindo Garap Jalan Akses New Priok Eastern Access, Masih Terganjal Lahan

New Priok Eastern Access merupakan jalan non tol berbayar menuju kawasan terminal Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 November 2022  |  03:30 WIB
Pelindo Garap Jalan Akses New Priok Eastern Access, Masih Terganjal Lahan
Truk kontainer bersiap menurunkan kontainer ke dalam kawasan Terminal Peti Kemas dalam kawasan Pelindo II. - Bisnis/Anggara Pernando
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk menggarap akses khusus yang menyambungkan Pelabuhan Tanjung Priok ke Terminal Kalibaru, yakni New Priok Eastern Access (NPEA) masih dalam tahap diskusi pembebasan lahan.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menjelaskan jalan akses ini merupakan jalan non tol berbayar menuju kawasan terminal Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Di kawasan ini, tuturnya, Pelindo sudah mengoperasikan New Priok Container Terminal (NPCT) 1 sejak Agustus 2016. NPEA ini pun menjadi perlu dibangun seiring dengan pengembangan NPCT 2 dan NPCT 3 yang akan selesai pada 2024.

Adapun kapasitas NPCT 1 saat ini sendiri sekitar 1,5 juta TEUs. Jika pembangunan NPCT 2 dan NPCT 3 selesai, kapasitas tiga terminal di Kalibaru ini akan mencapai 4,5 juta TEUs.

"Saat ini untuk pembangunan NPEA, Kami masih berbicara dengan TNI Angkatan Laut dan Kawasan Berikat Nusantara atau KBN karena sebagian NPEA akan melintasi lahan kedua lembaga tersebut," ujarnya, dikutip Jumat (3/11/2022).

Nantinya, terang Arif, akan ada access fee untuk bisa masuk ke NPEA. Meskipun berbayar, NPEA bukan jalan tol. Jalan ini khusus untuk truk kontainer yang akan masuk ke kawasan NPCT. Dia menargetkan pembangunan NPEA ini selesai pada pertengahan 2024, berbarengan dengan selesainya pembangunan NPCT 2 dan NPCT 3.

Selama ini, paparnya, akses menuju pelabuhan yang hanya ditopang jalan arteri tidak akan memadai dan berpotensi terjadi antrean di pelabuhan dan penumpukan truk di jalan arteri dan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi E Cikunir Ramp-Cilincing.

Menurut Arif untuk mengatasi potensi masalah kongesti tersebut, Pelindo menginisiasi pembangunan jalan akses timur. Panjang jalan akses khusus ini mencapai 6,6 kilometer, separuh berada di darat, setengah lagi di laut. Titik awal jalan non tol berbayar ini berada di kilometer 30 dari arah Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC), dan berujung di kawasan Kalibaru. Jalan ini akan terdiri dari dua arah, masing-masing tiga lajur.

Setelah beroperasi, jalan khusus akses timur bisa dicapai dari arah JTCC dan juga dari arah JORR Seksi E. Jarak dari persimpangan (interchange) Cilincing menuju pintu jalan khusus akses timur ini hanya sekitar empat kilometer. Jalan khusus ini nantinya bisa diakses baik dari JORR Seksi E maupun dari JTCC.Jalan akses timur ini akan melengkapi proyek Pelindo yang lain, yakni Jalan Tol Cibitung-Cilincing.

Pembangunan jalan tol Cibitung -Cilincing juga dimaksudkan untuk memperlancar dan mempercepat arus barang dari timur Jakarta. Kawasan ini merupakan sentral kawasan industri utama di Indonesia yang meliputi Bekasi dan Karawang. Dengan demikian, sekitar 60 persen barang menuju Tanjung Priok berasal hinterland di Timur Jakarta ini.

Sampai Oktober, jalan tol tersebut sudah beroperasi sebagian, yakni Seksi 1, 2, dan 3 yang menghubungkan Cibitung-Tarumajaya sejauh 27,5 km. Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Cibitung Cilincing pada 20 September lalu. Jalan tol Cibitung-Cilincing Seksi 1 sudah lebih dulu beroperasi sejak 31 Juli 2021. Pelindo menargetkan pembangunan JTCC tuntas pada akhir November 2022.

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo tanjung priok pelabuhan tanjung priok
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top