Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

The Fed Kerek Suku Bunga Acuan 75 Bps ke 4 Persen, Tertinggi Sejak 2008

The Fed memutuskan kenaikan kisaran suku bunga acuan Fed Fund Rate 75 basis poin ke 3,75-4 persen.
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Mingg (10/4/2022). Bloomberg/ Tom Brenner
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Mingg (10/4/2022). Bloomberg/ Tom Brenner

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin hari ini.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (3/11/2022), rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung 1-2 November 2022 waktu AS memutuskan kenaikan kisaran suku bunga acuan Fed Fund Rate 75 basis poin menjadi 3,75 – 4 persen.

Dengan keputusan ini, The Fed telah menaikkan suku bunga acuan 75 basis pada pertemuan keempat berturut-turut. Ini juga merupakan level suku bunga tertinggi sejak tahun 2008.

Keputusan suku bunga ini sejalan dengan ekspektasi banyak pihak.  Ekonom Anna Wong, Andrew Husby dan Eliza Winger sebelumnye memperkirakan The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan tarif sebesar 75 basis poin untuk pertemuan keempat kali berturut-turut.

Namun, yang kurang pasti bagaimana Jerome Powell akan mengkomunikasikan potensi downshift di masa depan dalam kecepatan kenaikan tingkat-tingkat keyakinan, risiko seputar ukuran kenaikan.

Dalam pernyataan setelah keputusan suku bunga, The Fed mengatakan bahwa kenaikan suku bunga yang berkelanjutan kemungkinan akan diperlukan agar inflasi dapat kembali ke target The Fed di level 2 persen.

 “Dalam menentukan laju kenaikan kisaran target suku bunga di masa mendatang, Komite akan mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter yang kumulatif, jeda kebijakan moneter yang memengaruhi aktivitas ekonomi dan inflasi, serta perkembangan ekonomi dan keuangan,” ungkap The Fed dalam pernyataannya.

Pernyataan ini muncul di tengah data inflasi dan tenaga kerja yang masih kuat, bahkan ketika sektor-sektor seperti perumahan dan manufaktur telah melambat secara substansial.

Pernyataan tersebut menunjukkan pejabat The Fed berkomitmen terhadap kampanye untuk mengekang inflasi.

Gubernur The Fed Jerome Powell akan menguraikan prospek pertemuan kebijakan di masa depan pada konferensi pers pukul 14.30 waktu Washington, atau 30 menit setelah keputusan suku bunga acuan.

Investor menantikan komentar Powell untuk mengetahui apakah The Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Desember.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper