Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Produsen Rokok Elektrik RELX Belum Pasti Investasi di Indonesia, Karena Ini...

Produsen rokok elektrik RELX masih melihat-lihat potensi investasi di Indonesia, belum akan menyusul PT Philip Morris Indonesia dan Bentoel Group.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 November 2022  |  18:44 WIB
Produsen Rokok Elektrik RELX Belum Pasti Investasi di Indonesia, Karena Ini...
Ilustrasi Rokok Elektrik - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Produsen rokok elektrik asal China, RELX, tidak membantah bahwa Indonesia berpotensi menjadi sasaran investasi perusahaan pada masa mendatang. Industri rokok elektrik di Tanah Air dinilai bagus sehingga layak untuk dilirik.

Hal tersebut disampaikan oleh General Manager RELX Indonesia Yudhistira Eka Saputra pada saat ditemui di gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

"Potensi bisnis di industri rokok elektrik di Indonesia besar. Jika lingkungan beroperasi dan regulasi cocok, Indonesia akan jadi tujuan investasi bagi RELX," ujar Yudhistira kepada awak media.

Dengan catatan, sambungnya, perusahaan memerlukan waktu cukup panjang untuk melakukan berbagai evaluasi selama masa penjajakan.

Apabila perihal iklim beroperasi serta regulasi di Tanah Air dinilai tidak bermasalah, maka tidak tertutup kemungkinan bahwa RELX akan menyusul PT Philip Morris Indonesia dan Bentoel Group.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Edy Sutopo mengatakan baik Philip Morris maupun Bentoel Group keduanya sudah pasti menaruh modal di Tanah Air.

PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang 92,5 persen sahamnya dikuasai Philip Morris, baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk membangun pabrik produk elektrik merek HEETS di Tanah Air dengan nilai mencapai US$166,1 juta.

Selain itu, Edy mengatakan terdapat satu investor lagi yang sedang membahas perihal Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan Kemenperin.

Sebelumnya, investasi senilai Rp1,12 triliun digelontorkan oleh PT Smoore Teknologi Indonesia (STI), perusahaan asal China yang juga beroperasi Malang, Jawa Timur, pada akhir Juni 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rokok elektrik Cukai Rokok industri rokok Harga Rokok emiten rokok
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top