Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Inflasi Eropa Menggila, ECB Tegaskan Bakal Terus Kerek Suku Bunga

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan ECB belum sampai pada puncak siklus kenaikan suku bunganya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 November 2022  |  18:20 WIB
Inflasi Eropa Menggila, ECB Tegaskan Bakal Terus Kerek Suku Bunga
Christine Lagarde, Presiden European Central Bank (ECB), dalam konferensi pers di Frankfurt, Germany, Kamis (16/12/2021) - Bloomberg/Andreas Arnold
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde mengatakan bank sentral bakal terus menaikkan suku bunga acuan agar inflasi kembali ke target 2 persen dalam jangka menengah.

Oleh karena ini, Lagarde mengatakan ECB belum mencapai puncak dari siklus kenaikan suku bunganya. ECB pekan lalu menaikkan suku bunga acuan  75 basis poin ke level 1,5 persen.

“Tujuannya jelas, dan kami belum mencapainya (puncak suku bunga acuan),” kata Lagarde seperti dikutip Bloomberg, Selasa (1/11/2022).

Komentar ini dilontarkan setelah inflasi di zona euro mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level 10,7 persen pada Oktober, melampaui perkiraan analis bahkan ketika pertumbuhan ekonomi melemah dan banyak yang memprediksi Eropa jatuh ke dalam resesi selama musim dingin karena Rusia memangkas pengiriman energi.

Lagarde mengakui bahwa kemungkinan resesi di Eropa terus meningkat, namun memperingatkan bahaya yang akan dihadapi 19 negara anggota Uni Eropa jika bank sentral tidak berupaya menjinakkan inflasi.

"Inflasi masih terlalu tinggi di seluruh zona euro. Semakin lama inflasi tetap pada level tinggi ini, semakin besar risiko penyebarannya ke seluruh perekonomian. Kemudian konsumen dan bisnis juga akan mulai memperkirakan kenaikan inflasi di masa depan, dan ini berbahaya,” jelas Lagarde.

Saat kenaikan suku bunga meningkatkan suku tagihan KPR dan merugikan debitur korporasi, Lagarde mengatakan ECB berada dalam posisi yang lebih kuat dari saat krisis 2008.

“Meski begitu, kepuasan diri tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Oleh karena itu, Lagarde meningatkan agar pemerintah harus berhati-hati untuk memastikan setiap bantuan fiskal bersifat sementara dan ditargetkan pada mereka yang paling membutuhkannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa bank sentral eropa european central bank christine lagarde Inflasi Resesi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top