Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perjanjian Transportasi Udara Asean-Uni Eropa Disepakati di Indonesia

Perjanjia transportasi udara diharapkan mendukung pembangunan kembali konektivitas udara antara kawasan Asean dan Eropa yang terdampak pandemi.
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI menjadi Ketua atau Chairman pada pertemuan para pemimpin sektor transportasi sekawasan Asean di Nusa Dua, Bali, sejak Sabtu (15/10/2022). Pertemuan itu menghasilkan perjanjian antarblok pertama di dunia, yakni antara Asean dan Eropa, terkait dengan sektor transportasi udara.

Pertemuan yang dipimpin Indonesia melalui Kemenhub itu merupakan pertemuan tingkat pejabat senior transportasi atau 54th Asean Senior Transport Officials Meeting and Associated Meetings (STOM) pada 15-16 Oktober 2022.

Dalam pertemuan Asean STOM selama 2 hari ini, telah dihasilkan sejumlah rekomendasi pengesahan kesepakatan di sektor transportasi antarnegara Asean. Salah satu yang strategis yaitu penyelesaian negosiasi Perjanjian Komprehensif Transportasi Udara Asean-Uni Eropa (AE CATA).

"Perjanjian ini akan menjadi perjanjian antarblok pertama di dunia dalam sektor transportasi udara, antara Asean dan Uni Eropa," kata Sekretaris Jenderal Kemenhub RI Novie Riyanto yang memimpin pertemuan STOM, dikutip dari siaran pers, Minggu (16/10/2022).

Novie menjelaskan bahwa kesepakatan itu diharapkan dapat mendukung pembangunan kembali konektivitas udara antara kawasan Asean dan Eropa yang terdampak pandemi dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi industri penerbangan di kedua kawasan.

Selain itu, rekomendasi dan pengesahan kesepakatan strategis lainnya yang dihasilkan yaitu disepakatinya Aeronautical and Maritime Search and Rescue (SAR) Cooperation.

Kesepakatan itu merupakan perjanjian untuk mengembangkan dan meningkatkan kerja sama di bidang pencarian dan pertolongan maritim serta udara antara negara anggota Asean.

Terdapat sejumlah kesepakatan lain yang dihasilkan pada dua pertemuan itu untuk setiap sektor transportasi. Contohnya, di sektor transportasi udara, para delegasi menyepakati Asean Guidelines on Airport Environmental Management System (EMS).

Kemudian, di sektor transportasi darat terdapat kesepakatan mengenai Guiding Principles for the Regulation of Application-based Mobility Services for Passenger Transport in Asean.

Selanjutnya, di transportasi laut, pertemuan menghasilkan kesepakatan terkait dengan Implementation Framework to Enhance Regional Container Circulation, guna mendukung pemulihan distribusi logistik yang terdampak pandemi Covid-19.

"Melalui kesepakatan tersebut, diharapkan hubungan kerja sama di sektor transportasi dengan negara anggota maupun dengan negara mitra wicara Asean semakin kuat. Serta dapat meningkatkan solidaritas antarnegara Asean untuk bersama-sama bangkit, pulih, saling membantu dan menguatkan, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian," ujar Novie.

Usai pertemuan Asean STOM, pertemuan akan dilanjutkan untuk tingkat Menteri se-Asean atau 28th Asean Transport Ministers Meeting and Associated Meetings (ATM) pada 16-17 Oktober 2022. Pertemuan akan dipimpin oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Seluruh kesepakatan yang dihasilkan pada pertemuan Asean STOM, akan ditandatangani pada pertemuan ATM tersebut oleh Menteri Perhubungan.

Untuk diketahui, pertemuan tahun ini menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan secara tatap muka setelah dua tahun dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19.

Asean STOM dan ATM merupakan agenda tahunan yang dilakukan sebagai ajang untuk bertukar pengalaman, membahas, mengusulkan inisiatif peluang kerja sama, dan menyepakati pengesahan penguatan konektivitas transportasi darat, laut, udara, dan kereta api antarkawasan dan antara Asean dengan dunia Internasional.

Selain dihadiri para delegasi dari negara anggota Asean, hadir pula para delegasi dari mitra seperti China, Jepang, Korea Selatan dan Uni Eropa.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper