Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Siap-siap Resesi! IMF Pangkas Outlook Ekonomi Global 2023 Jadi 2,7 persen

Dana Moneter Internasional (IMF) akhirnya memangkas outlook atau pertumbuhan ekonomi global 2023 menjadi 2,7 persen. Resesi di depan mata.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 12 Oktober 2022  |  09:03 WIB
Siap-siap Resesi! IMF Pangkas Outlook Ekonomi Global 2023 Jadi 2,7 persen
Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva - Bloomberg / Andrew Harrer
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan atau outlook pertumbuhan ekonomi global 2023 menjadi 2,7 persen. Perkiraan tersebut turun dari 2,9 persen pada Juli 2022 dan 3,8 persen pada Januari 2022. Resesi global bakal terjadi? 

Dikutip dari laporan World Economic Outlook (WEO) 2022, IMF juga memperingatkan tentang memburuknya prospek ekonomi global serta lonjakan inflasi dalam beberapa dekade dapat memperparah kondisi ekonomi dunia, yang sudah terkapar akibat perang Rusia vs Ukraina dan perlambatan China.

"IMF melihat kemungkinan 25 persen dari ekonomi global akan akan melambat menjadi kurang dari 2 persen pada tahun depan," tulis IMF seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (12/10/2022).

Lembaga internasional tersebut mengungkapkan risiko salah perhitungan kebijakan telah meningkat tajam karena pertumbuhan tetap rapuh dan pasar tak kunjung menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Sekitar sepertiga dari risiko ekonomi global, seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, dan China akan mengalami berkontraksi tahun depan.

IMF menilai dampak pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve akan terasa secara global, dengan penguatan dolar AS yang terus menekan mata uang di pasar negara berkembang semakin menambah tekanan inflasi dan utang.

Meski tidak menghitung perlambatan 2020 akibat pandemi Covid-19, IMF memprediksi kinerja tahun depan akan menjadi yang terlemah sejak 2009 atau setelah krisis keuangan global.

"Kondisi yang terburuk belum datang, dan bagi banyak orang 2023 akan terasa seperti resesi. Saat awan badai berkumpul, pembuat kebijakan harus tetap memegang kendali,” ujar kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas.

Peringatan soal suramnya kondisi ekonomi global pada 2023 diungkapkan petinggi lembaga tersebut dalam agenda IMF Annual Meetings 2022 di Washington DC, AS.

Berbicara pada pembukaan di depan menteri keuangan dan bank sentral G20, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi di AS, ekonomi terbesar di dunia "mulai menggigit" konsumen.

Dia memprediksi perekonomian dunia akan mengalami kerugian hingga US$4 triliun hingga 2026. Pada saat yang sama, katanya, pembuat kebijakan tidak dapat membiarkan inflasi menjadi “kereta pelarian".

"Jika Anda tidak melakukan [kebijakan] cukup, kami dalam masalah," kata Georgieva pada acara virtual yang memulai pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, Senin (10/10/2022).

Sementara itu, Presiden Bank Dunia David Malpass menandai bahaya nyata dari resesi global yang akan terjadi pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imf Resesi world economic outlook Perang Rusia Ukraina
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top