Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kontribusi 60 Persen ke Perekonomian Daerah, Freeport Inisiasi Sejumlah Infrastruktur

Freeport telah rampung membangun bandara, jalan, jembatan, fasilitas air minum serta infrastruktur dasar lainnya di Kabupaten Mimika, Papua.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan saat meresmikan teknologi 5G Mining hasil kerja sama PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) di Tembagapura, Kab. Mimik, Papua, pada Kamis (1/9/2022)./Bisnis.com-Hafiyyan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan saat meresmikan teknologi 5G Mining hasil kerja sama PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) di Tembagapura, Kab. Mimik, Papua, pada Kamis (1/9/2022)./Bisnis.com-Hafiyyan

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menegaskan PTFI memiliki kontribusi yang besar untuk pengembangan ekonomi masyarakat lokal Kabupaten Mimika lewat pengadaan infrastruktur perintis di kawasan tersebut.

“Di wilayah kerja PTFI di Kabupaten Mimika itu hampir semua infrastruktur kami yang membangun, saat kami operasi di sana tidak ada infrastruktur sama sekali,” kata Tony saat ditemui di sela-sela acara Orasi Ilmiah PTFI di Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (7/10/2022).

Misalkan, Tony mencontohkan, PTFI telah rampung membangun bandara, jalan, jembatan, fasilitas air minum serta infrastruktur dasar lainnya. Selain itu, dia menambahkan, perseroan belakangan turut membangun dua lapangan terbang perintis di sejumlah dataran tinggi dekat wilayah operasi.

Menurut Tony, inisiasi yang dikerjakan PTFI itu belakangan mengambil porsi yang cukup besar untuk mengembangkan perekonomian lokal. Malahan, dia menambahkan, kontribusi PTFI tidak jauh berbeda dari yang dikerjakan pemerintah daerah.

“Menurut survei di 2018 kontribusi PTFI terhadap PDRB Provinsi Papua itu lebih dari 30 persen dan PDRB Mimika lebih dari 60 persen dari situ sudah kelihatan peran PTFI yang besar,” kata dia.

Adapun, PTFI menargetkan dapat menyetor uang mencapai US$80 miliar atau setara dengan Rp1.128 triliun, kurs Rp15.230, pada kas negara secara langsung hingga 2041 mendatang. Asumsinya harga tembaga US$4 dan harga emas berada di kisaran US$1.800 saat itu.

Chairman of the Board and CEO Freeport McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan PTFI telah membuktikan setoran ke negara yang cukup besar di angka US$23,1 miliar atau setara dengan Rp315,81 miliar sepanjang 1992 hingga 2021 lalu. Setoran itu berasal dari penerimaan pajak, royalti, dividen dan pembayaran lainnya.

“Ke depan dengan operasi yang makin luas dan pasar tembaga yang makin kondusif kita pikir untuk 20 tahun mendatang setidaknya dapat memberikan sedikitnya US$80 miliar untuk manfaat langsung ke negara,” kata Richard saat memberikan orasi ilmiah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (4/10/2022).

Di sisi lain, PTFI telah mengalokasikan investasi tambahan mencapai US$18,6 miliar atau setara dengan Rp283,76 triliun terkait dengan pengembangan tambang dan hilirisasi tembaga milik perseroan untuk periode 2021 hingga 2041 mendatang.

Investasi yang relatif besar itu dilakukan setelah perhitungan cadangan bijih milik perseroan diproyeksikan masih dapat ditambang hingga 2052 mendatang. Malahan, kapasitas sumber daya bijih potensial untuk dikembangkan berdasarkan perkiraan PTFI berada di kisaran 3 miliar ton.

“Grasberg makin hari makin besar itu sebuah kesempatan kita juga punyak sumber daya yang melampaui cadangan terbukti, kita harus tetap melakukan pengeboran untuk membuktikan cadangan yang mungkin kita temukan, itu kesempatan yang baik,” kata dia.

Secara khusus, dia turut menilai positif proses divestasi kepemilikan saham Freeport pada 2018 lalu yang belakangan menyepakati porsi kepemilikan saham mayoritas 51,2 persen dipegang oleh partisipasi domestik. Perinciannya 26,24 persen saham PTFI saat ini dipegang PT Inalum, 25 persen dimiliki PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) dan sisanya Freeport McMoRan.

“Ini suatu hal yang kalian harus bangga, coba anda pergi ke Chile, Peru, Amerika Serikat tidak ada hal yang sama terjadi seperti sekarang dicapai PTFI sekarang kita menambabang di bawah tanah mengebor dan memproses konsentrat tembaga di smelter, hilir,” kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper