Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Klaim Belum Ada Aturan Khusus Investasi Hortikultura

Apindo menilai sulitnya penanaman modal untuk produk hortikultura di dalam negeri akibat belum ada aturan khusus yang berlaku.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 04 Oktober 2022  |  19:40 WIB
Pengusaha Klaim Belum Ada Aturan Khusus Investasi Hortikultura
Petani memanen tomat di sebuah lahan pertanian di lereng gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, Minggu (7/6). Walaupun mereka beraktivitas di zona bahaya, para petani tersebut tetap waspada terhadap ancaman bahaya gunung Sinabung. - ANTARA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai sulitnya penanaman modal untuk produk hortikultura di dalam negeri akibat belum ada aturan khusus yang berlaku.

“Masalah utama di Indonesia belum ada pembiayaan khusus untuk investasi hortikultura, karena investasi bidang ini perlu waktu cukup panjang dan menghadapi perubahan iklim,” kata Ketua Bidang Perdagangan Apindo Benny Soetrisno, Selasa (4/10/2022).

Benny menyampaikan meski memiliki potensi yang tinggi untuk ekspor, produk hortikultura seperti buah-buahan bergantung pada iklim dan cuaca yang bisa mempengaruhi pasokan serta kualitas produk.

Selain terhambat karena kondisi tersebut, lahan-lahan yang akan digunakan untuk area tanam kerap terjadi banyak masalah.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa permasalahan lahan untuk area tanam memang kerap terjadi di sejumlah daerah. Mengambil contoh dari tutupan sawit seluas 16 juta hektare (ha), seluas 3,3 juta ha diantaranya menghadapi persoalan.

Hal serupa terjadi saat Kementerian Pertanian melaksanakan Food Estate di Kalimantan Tengah yang banyak dikomplain oleh masyarakat adat setempat.

“Ketika kami masuk [food estate], di sana mulai muncul orang-orang yang menuntut itu tanahnya,” kata Syahrul saat Rakernas Kebijakan Satu Peta di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Dari sisi ketersediaan lahan, dia menyampaikan bahwa masih banyak lahan tersedia di wilayah Timur Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk produk pertanian seperti hortikultura, perkebunan, serta peternakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hortikultura apindo
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top