Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wavin Groundbreaking Pabrik di Batang, Jokowi: Indonesia akan Setop Impor Pipa

Sebanyak 80 persen produk Wavin masih berasal dari impor. Sehingga, sewaktu pabrik mulai beroperasi, Presiden Joko Widodo berharap tidak ada lagi impor.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  17:38 WIB
Wavin Groundbreaking Pabrik di Batang, Jokowi: Indonesia akan Setop Impor Pipa
Ilustrasi Wavin - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Presiden Joko Widodo memastikan Indonesia tidak akan lagi mengimpor pipa saat produksi nasional terpenuhi seiring perampungan pabrik produsen pipa asal Belanda, Wavin di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. 

Pemerintah mencatat sampai saat ini, sebanyak 80 persen produk Wavin yang diserap pasar domestik berasal dari impor. 

"Setelah pabrik Wavin jadi, impor pipa tidak akan ada lagi. Dan, di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Batang, akan tercipta lapangan kerja yang tidak kecil," kata Jokowi dalam acara groundbreaking pabrik Wavin di Batang, Senin (3/10/2022). 

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan Wavin menyusul 10 perusahaan berskala global lainnya yang sedang dalam proses konstruksi pembangunan pabrik di Kawasan Industri Batang. 

Perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan proses konstruksi di Batang, kata Jokowi, di antaranya pabrik di industri baterai mobil listrik, pabrik kaca terbesar Asia Tenggara. 

Kemudian, pabrik alat-alat kesehatan (alkes), dan yang terbaru Wavin sebagai pabrik pipa yang bakal memasok kebutuhan dalam negeri Asia Tenggara-Pasifik, Australia, serta Eropa. 

Terpisah, Country Director of Indonesia Johannes Drees mengatakan pembangunan pabrik Wavin di Batang akan memakan waktu satu tahun, mulai dari kuartal IV/2022 dan ditargetkan rampung serta beroperasi pada kuartal IV/2023. 

"Pada saat beroperasi, pabrik tersebut akan mempekerjakan kurang lebih 150 orang untuk proses produksi dan memungkinkan untuk bertambah hingga 250 orang pada masa mendatang," kata Drees di Jakarta. 

Drees tidak memberikan informasi detail mengenai nilai investasi yang digelontorkan untuk pembangunan pabrik tersebut. Namun, jumlah uang yang digelontorkan dalam proyek itu dikatakan cukup signifikan. 

Selain itu, pabrik pertama di Indonesia perusahaan yang sempat hengkang pada 2018 dan kembali ke Tanah Air pada 2020 dikatakan bakal memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan domestik sebelum lanjut merambah pasar ekspor. 

Sekadar informasi, produk-produk Wavin saat ini tersedia di pasar seluruh Indonesia. Perusahaan tersebut memiliki kurang lebih 50 distributor, 6.000 ritel, serta 100 kontraktor dan pengembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri pipa wavin impor presiden Presiden Joko Widodo
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top