Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyeksi Sri Mulyani, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2022 Capai 6 Persen

Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa indikator konsumsi dan investasi pada kuartal III/2022 masih cukup kuat.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 27 September 2022  |  20:41 WIB
Proyeksi Sri Mulyani, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2022 Capai 6 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja Pemerintah dengan Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja\r\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 di kisaran 5,6 persen hingga 6 persen, yang berasal dari tingginya konsumsi maupun acuan atau baseline tahun lalu yang rendah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa indikator konsumsi dan investasi pada kuartal III/2022 masih cukup kuat, ekspor pun naik di atas 30 persen. Tingginya kontribusi konsumsi terhadap produk domestik bruto (PDB) membuat indikator yang stabil itu membawa optimisme terhadap kinerja perekonomian.

Sri Mulyani menyebut bahwa aktivitas perekonomian kuartal III/2022 akan segera selesai, sehingga kondisi sejak Juli cukup tergambarkan dan kinerjanya baik. Dia optimistis kinerja kuartal III/2022 dapat melanjutkan tren sejak beberapa kuartal lalu, yakni pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

"Kuartal III/2022 kita [proyeksikan] 5,6—6 persen," ujar Sri Mulyani pada Selasa (27/9/2022).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal III/2021 yang hanya 3,51 persen merupakan baseline yang rendah. Hal itu menjadi salah satu faktor pendorong kinerja kuartal III/2022 yang bisa mencapai 6 persen, tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Adapun, Sri Mulyani berharap bahwa kondisi ekonomi kuartal IV/2022 bisa berjalan dengan mulus tanpa banyak hambatan. Pasalnya, sepanjang tahun berjalan gejolak ekonomi global sangat volatil yang memberikan tekanan tersendiri bari negara berkembang seperti Indonesia.

"Kami berharap pada kuartal IV/2022 itu tidak terganggu terlalu banyak akibat gejolak yang sekarang ini terjadi, seperti kenaikan suku bunga yang sangat drastis dari Federal Reserve, nilai tukar yang tertekan, dan dari sisi kemungkinan terjadinya pelemahan ekonomi global," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani kementerian keuangan Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top