Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Pangan Sepekan: Mayoritas Turun, Kecuali Daging Sapi

Harga mayoritas komoditas pangan mengalami penurunan kecuali harga dading sapi yang tercatat naik. Berikut daftar harga pangan selama sepekan ini.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 25 September 2022  |  11:54 WIB
Harga Pangan Sepekan: Mayoritas Turun, Kecuali Daging Sapi
Daging sapi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Hampir semua komoditas pangan menunjukkan tren penurunan harga pada minggu ketiga September 2022. Hanya harga daging sapi yang terpantau mengalami kenaikan.

Berdasarkan laporan di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) atau early warning system Kementerian Perdagangan, pada pekan ini, 19–23 September 2022, harga minyak goreng, cabai, bawang, daging ayam, telur, dan kedelai kompak turun.

Pada periode tersebut harga telur turun sebesar 1,32 persen dari Rp30.400 per kg menjadi Rp30.000 per kg. Untuk harga daging ayam turun 0,85 persen atau Rp300 menjadi Rp35.200 per kg.

Sementara itu, harga cabai yang sebelumnya sempat melonjak di pekan awal September, telah turun 8,84 persen untuk cabai merah besar menjadi Rp52.600 per kg, atau turun Rp5.100.

Harga cabai merah keriting mengalami penurunan sebesar Rp3.700 atau 6,19 persen dari Rp59.800 menjadi Rp56.100 per kilogram. Harga cabai rawit merah turun Rp1.800 menjadi Rp66.300 pada periode yang sama.

Sebelumnya, Kemendag melaporkan harga cabai sempat naik diduga akibat penurunan pasokan karena memasuki masa akhir panen, sedangkan kenaikan harga telur ayam ras disebabkan oleh pasokan yang belum normal akibat afkir dini saat harga jatuh yang dilakukan peternak untuk mengurangi beban produksi dan kerugian.

Untuk itu, berdasarkan laporan Perkembangan Harga, Inflasi dan Stok Indikatif Barang Kebutuhan Pokok, Kemendag mendorong pemanfaatan fasilitas Sistem Resi Gudang (SRG) berteknologi CAS di daerah sentra produksi dan meningkatkan pemanfaatan pasar lelang komoditas agro.

Selain cabai dan telur, komoditas lain yaitu minyak goreng kemasan sederhana dan kemasan premium mengalami penurunan selama sepekan. Harga minyak goreng kemasan sederhana turun Rp400 menjadi Rp16.200 per liter, sedangkan harga minyak goreng kemasan premium turun Rp200 menjadi Rp21.500 per liter.

Sementara itu, harga kedelai impor juga turun Rp100 menjadi Rp14.200 per kg, sedangkan harga bawang merah turun Rp400 menjadi Rp34.400 per kg dan bawang putih honan turun Rp100 menjadi Rp26.600 per kg.

Selain itu, kebutuhan utama masyarakat, yaitu beras terpantau stabil selama periode pekan ini di level Rp12.700 untuk beras premium dan Rp10.600 per kilogram untuk beras medium.

Bukan hanya harga beras yang stabil, harga gula pasir dan minyak goreng curah juga terpantau stabil dalam satu minggu terakhir dengan harga masing-masing Rp14.500 per kg dan Rp13.800 per liter, serta tepung terigu di angka Rp12.900 per kg.

Kementerian Perdagangan mengatakan lonjakan beberapa harga bahan pokok disebabkan kenaikan biaya transportasi, bahkan sebelum harga bahan bakar minyak (BBM) resmi dinaikan pemerintah.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebutkan atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah meminta Pemda masing-masing daerah untuk menggelontorkan Dana Alokasi Umum (DAU) dalam kepentingan logistik untuk pangan.

Terkait pasokan, Jokowi juga telah meminta Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk mempertahankan pasokan pangan dan menambah area tanam.

Pada Ratas Presiden 19 September 2022 pun diputuskan perlunya upaya dalam optimalisasi perdagangan antar wilayah khususnya dari sentra produksi/daerah surplus ke sentra konsumsi/daerah defisit dan BUMN pangan agar menjadi offtaker produksi petani.

Mentan Syahrul menyampaikan dari neraca produktivitas berbagai produk hortikultura, hingga akhir 2022 dia memastikan ketersediaan dalam status yang cukup. Meski demikian, Syahrul menyampaikan bahwa Jokowi tetap memintanya untuk menggenjot produktivitas semua produk pangan.

“Pak Presiden memutuskan tadi neraca ini betul-betul dijaga, bahkan saya terus diminta untuk melakukan penanaman tambahan baik jagung, kedelai, cabai, maupun bawang. Kesimpulan yang ada, mengharapkan BUMN dapat membeli semua produktivitas yang ada,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga pangan pangan daging sapi telur harga cabai
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top