Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Suku Bunga Naik, Sektor Manufaktur Bahan Konstruksi Terimbas?

Lebih dari 70 persen pembelian rumah melalui penggunaan kredit perumahan rakyat (KPR).
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani/Bisnis
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan pengusaha memperkirakan sektor industri yang terkait dengan bisnis properti akan terkena imbas dari kenaikan suku bunga acuan. Beberapa industri yang dinilai rentan adalah besi baja, kaca, keramik, dan semen. 

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan rentannya sejumlah sektor industri tersebut terkena dampak kenaikan suku bunga sejalan dengan potensi melemahnya permintaan pasar properti. 

"Sektor industri yang terkait properti, misalnya besi baja, kaca, keramik dan semen karena turunan dari dampak kenaikan bunga KPR membuat demand melemah," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (24/9/2022). 

Menurut Shinta, kondisi tersebut tidak lepas dari besarnya persentase penggunaan kredit perumahan rakyat (KPR) dalam pembelian properti. Dia mencatat, lebih dari 70 persen pembelian properti menggunakan KPR. 

"Artinya, suku bunga merupakan variabel paling penting untuk melihat tren subsektor industri yang berkaitan dgn properti," kata Shinta. 

Sebagaimana diketahui, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 21-22 September 2022 memutuskan kenaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen. 

Sejalan dengan keputusan ini, BI menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 basis poin menjadi 3,5 persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 5,0 persen.

Keputusan ini diambil sebagai langkah front loaded dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi, serta memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 2-4 persen pada paruh kedua 2023.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper