Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenhub Ingin Rute Penerbangan Bandara Halim Kembali Pulih

Kemenhub berharap Bandara Halim Perdanakusuma bisa kembali melayani rute penerbangan setelah revitalisasi.
Ilustrasi Bandara Halim Perdanakusuma. / Bisnis - Rio Sandy
Ilustrasi Bandara Halim Perdanakusuma. / Bisnis - Rio Sandy

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta agar setelah selesai revitalisasi pada awal September 2022, Bandara Halim Perdanakusuma sudah bisa melayani penerbangan reguler terutama menuju rute di bandara yang terdampak signifikan oleh pandemi.

Plt. Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin menjelaskan penutupan sementara Bandara Halim pada Maret-Agustus 2022, dilakukan untuk keperluan revitalisasi bandara. Selain itu, Bandara Halim juga dipersiapkan untuk pelayanan Presidensi G20 Indonesia.

Sementara itu beberapa bandara kecil di Pulau Jawa juga mulai pulih. Sepertinya halnya Bandara Ngloram di Blora, Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga dan Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya. Sebelum terjadinya pandemi dan sebelum Bandara Halim direvitalisasi, bandara-bandara ini sudah beroperasi dan melayani rute penerbangan.

Dengan adanya penutupan sementara Bandara Halim ini, tentunya berdampak kepada sejumlah rute penerbangan pesawat propeller dari Halim menuju bandara-bandara lainnya seperti Ngloram, JB. Soedirman dan Wiriadinata.

“Ini menjadi awal yang baik, sehingga rute-rute penerbangan dari Halim bisa kembali dibuka,” ujarnya dikutip, Rabu (21/9/2022).

Menurutnya memang perlu waktu untuk kembali pada kondisi sebelum pandemi. Apalagi saat ini jumlah pesawat masih sangat terbatas untuk melayani masyarakat di seluruh Indonesia.

Isnin menjelaskan sebelum pandemi, jumlah pesawat yang siap beroperasi, tinggal menyisakan 55 persen sampai dengan 60 persen dari jumlah sebelum pandemi pada 2019. Dia pun berharap hingga akhir tahun sudah ada peningkatan jumlah pesawat secara signifikan.

Dia juga menilai bandara seperti halnya infrastruktur transportasi yang lain, tidak bisa langsung melahirkan pergerakan dan mobilitas dalam jangka waktu pendek.

Menurutnya, manfaat kehadiran bandara akan terasa ketika dalam jangka menengah dan jangka panjang, pada saat mobilitas masyarakat makin tinggi dan butuh pilihan transportasi yang cepat dan aman.

Kendati demikian, dia yakin bahwa dengan kerja sama dan kolaborasi yang baik antar Kementerian/Lembaga terkait, dan melibatkan pemerintah daerah serta stakeholder penerbangan, upaya pemulihan ini akan berjalan dengan baik.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper