Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mentan: Pasokan Cabai Hingga Kedelai Cukup Hingga Akhir 2022

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan bahwa pasokan berbagai pangan dalam kondisi cukup, namun bagaimana harganya saat ini?
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 19 September 2022  |  17:06 WIB
Mentan: Pasokan Cabai Hingga Kedelai Cukup Hingga Akhir 2022
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat dijumpai di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu (24/8/2022) - BISNIS - Ni Luh Anggela 
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan pasokan kebutuhan pangan seperti cabai, bawang merah hingga kedelai dalam kondisi yang cukup hingga akhir 2022.

“Seperti yang kami laporkan ke Pak Presiden dan Pak Menko, dari data kita dan faktualisasi lapangan sampai 2022 akhir, Desember, ini insyaAllah semua neraca produktivitas dan ketersediaan kami adalah cukup,” kata Mentan dalam Konferensi Pers usai melakukan rapat internal terbatas yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (19/9/2022).

Selain itu, Mentan Syahrul juga mengungkapkan dari neraca yang berkaitan dengan bawang dan kedelai adalah neraca yang masih menggunakan data importasi yang ada. Dia menuturkan Presiden Jokowi memerintahkan agar neraca produktivitas dalam negeri tetap dijaga, bahkan dilakukan penanaman tambahan

Sebagaimana diketahui, untuk dua komoditas tersebut masih mengandalkan impor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2021 Indonesia melakukan impor kedelai sebanyak 2.489.690,5 ton, sedangkan Kementerian Perdagangan mencatat kebutuhan per bulannya yaitu 200.000 ton.

Lebih lanjut Syahrul menyampaikan bahwa Jokowi memerintahkan agar sistem logistik dan transportasi terus diperbaiki dalam upaya melakukan stabilisasi harga pangan.

“Artinya kita berharap produktivitas cukup, tetapi harga juga tetap dijaga untuk bisa dikendalikan dengan baik,” ujarnya.

Syahrul mengatakan bahwa Presiden Jokowi meminta daerah produsen dengan panen berlimpah atau surplus dapat dimobilisasi menuju daerah yang shorted atau kurang, sehingga perlu pemetaan yang baik antar daerahnya.

Jokowi pun sebelumnya telah memerintahkan untuk pemerintah daerah mengeluarkan Dana Alokasi Umum (DAU) dalam stabilisasi harga pangan dari sisi logistik.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bisnis pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) per hari ini, Senin (19/9/2022) mayoritas harga pangan mengalami penurunan.

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu cabai rawit hijau yang turun 14,49 persen dibandingkan pekan lalu menjadi Rp44.550 per kg.

Begitu juga dengan harga cabai rawit merah yang turun 4,56 persen menjadi Rp62.850 per kg, cabai merah besar menjadi Rp53.250 per kg, turun 12,13 persen dan cabai merah keriting turun 13,45 persen jadi Rp56.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mentan harga cabai bawang merah kedelai
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top