Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Minta Mentan Genjot Produktivitas Cabai hingga Kedelai

Presiden Jokowi meminta Mentan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura seperti cabai hingga kedelai.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 19 September 2022  |  15:54 WIB
Jokowi Minta Mentan Genjot Produktivitas Cabai hingga Kedelai
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat dijumpai di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu (24/8/2022) - BISNIS - Ni Luh Anggela 
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk terus menambah produktivitas tanaman hortikultura atau pangan meski pasokan pada batas aman.

Mentan Syahrul menyampaikan dari neraca produktivitas berbagai produk hortikultura, hingga akhir 2022 dia memastikan ketersediaan dalam status yang cukup. Meski demikian, Syahrul menyampaikan bahwa Jokowi tetap memintanya untuk terus menggenjot produktivitas semua produk pangan.

“Pak Presiden memutuskan tadi neraca ini betul-betul dijaga, bahkan saya terus diminta untuk melakukan penanaman tambahan baik jagung, kedelai, cabai, maupun bawang. Kesimpulan yang ada, mengharapkan BUMN dapat membeli semua produktivitas yang ada,” ungkapnya dalam Konferensi Pers usai melakukan rapat internal terbatas yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (19/9/2022).

Selain membahas neraca produktivitas, Syahrul menyampaikan bahwa Jokowi memerintahkan agar sistem logistik dan transportasi terus diperbaiki dalam upaya melakukan stabilisasi harga pangan.

“Artinya kita berharap produktivitas cukup, tetapi harga juga tetap dijaga untuk bisa dikendalikan dengan baik,” lanjutnya.

Hal yang menjadi penekanan, bahwa daerah produsen dengan panen berlimpah atau surplus dapat dimobilisasi menuju daerah yang shorted atau kurang, sehingga perlu pemetaan yang baik antar daerahnya.

Jokowi pun sebelumnya telah memerintahkan untuk pemerintah daerah mengeluarkan Dana Alokasi Umum (DAU) dalam stabilisasi harga pangan dari sisi logistik.

“Intinya, baik bupati dan gubernur ikut terlibat mengendalikan harga yang ada karena produksinya cukup. Kementan bersama Badan Pangan Nasional yang mengatur neraca antardaerah bisa bekerja sama untuk mengintervensi pada daerah kurang, bisa mapping dengan baik,” papar Syahrul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementan mentan Jokowi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top