Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Telur Mahal, Mentan: Ternyata Ini Biang Keroknya!

Menteri Pertanian (Mentan) menyebut biang kerok yang menyebabkan harga telur mahal, yang saat ini mencapai lebih dari Rp30.000 per kg.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 08 September 2022  |  11:01 WIB
Harga Telur Mahal, Mentan: Ternyata Ini Biang Keroknya!
Pedagang menata telur di Pasar Benhil, Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) membenarkan adanya kenaikan harga pada komoditas pangan salah satunya telur yang telah mencapai lebih dari Rp30.000 per kilogram (kg) akibat kondisi logistik.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengungkapkan bahwa hal yang terjadi di lapangan adalah harga telur di tingkat peternak baik-baik saja, tetapi ketika sampai kepada konsumen justru melonjak.

“Harga telur harga ayam datar datar saja, tapi harga yang sampai di pasar di meja untuk di akan ini tiga kali lipat, ini berarti ada sistem logistik [tidak benar],” ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom, Rabu (7/9/2022).

Sebelumnya harga telur sempat mengalami kenaikan karena keterbatasan stok akibat afkir dini yang dilakukan peternak dan harga pokok produksi (HPP) yang melonjak, bahkan sempat menyentuh Rp32.000/kg secara rerata nasional.

Sementara pada hari ini, Kamis (8/9/2022) pukul 10.12 WIB, harga telur berangsur turun berada di angka Rp30.200 per kilogram (kg).

Pada kesempatan yang sama, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bustanul Arifin yang fokus pada pertanian meminta kerja sama dari pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah logistik.

Mengacu pada kondisi di lapangan, banyak wilayah surplus dan defisit, sehingga membutuhkan logistik yang merata.

“Salah satu penyebab naiknya harga adalah logistik, value chain, saya usul kerja sama antar daerah jangan berpikir sendiri untuk ketersediaan suplai. Jadi pemda kerja sama,” ujarnya.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah meminta Pemda masing-masing daerah untuk menggelontorkan Dana Alokasi Umum (DAU) dalam kepentingan logistik untuk pangan.

Menurutnya, angka yang kecil untuk menutup biaya logistik dari satu wilayah ke wilayah lain di Indonesia, contohnya bawang merah yang harus dikirim dari Brebes ke Lampung, membutuhkan dana Rp3 juta untuk 1 truk.

"Paling itu seminggu, enggak mungkin habis 1 truk dihabiskan bawang merah, enggak mungkin. Satu komoditi. Mungkin nanti telur harganya naik ya pemda tutup biaya transportasinya. Mana yang banyak telur? Bogor, di Blitar, sudah biaya transportasinya tutup. Kalau semua pemda seperti itu, saya yakin inflasi kita akan bisa terjaga dengan baik," tutur Jokowi saat membuka acara tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur telur ayam kementan mentan syahrul yasin limpo
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top