Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aktivitas Kantoran Pulih, Harga Kosmetik AS Melonjak Tajam

Harga produk kecantikan meliputi makeup, parfum, perlengkapan mandi hingga kuku naik 2,3 persen pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 15 September 2022  |  12:25 WIB
Aktivitas Kantoran Pulih, Harga Kosmetik AS Melonjak Tajam
Ilustrasi perempuan memilih kosmetik atau make-up yang sesuai - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga kosmetik di Amerika Serikat melonjak tajam pada bulan Agustus 2022. Lonjakan ini pun tercatat yang paling signifikan dalam 16 tahun terakhir.

Hal ini disebabkan kembalinya aktivitas kantor dan fungsi sosial yang membuat permintaan berbagai produk kecantikan meningkat sehingga tetap tangguh dalam menghadapi tekanan inflasi.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (15/9/2022) berbagai produk kecantikan meliputi makeup, parfum, perlengkapan mandi hingga kuku naik 2,3 persen pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom).

Kenaikan ini dinilai paling besar sejak Desember 2006 lalu. Adapun dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, harga kosmetik naik 4,2 persen,

Chief Executive Officer Coty Sue Nabi megungkapkan produk kecantikan adalah satu-satunya katagori ritel yang tumbuh berdasarkan penjualan unit antara akhir Juli 2021 hingga saat ini.

Meskipun produk barang tersier lainnya terlihat lesu karena konsumen fokus dengan biaya makan dan gas yang lebih tinggi, produk kecantikan tetap bertahan bahkan dinilai solid seiring berjalannya waktu.

"Katagori kebutuhan produk kecantikan tidak menunjukan tanda-tanda perlambatan," jelas Sue Nabi seperti dilansir Bloomberg.

Sementara itu, Analis Bloomberg Intelligence Deborah Atiken dan Ferdinando Leggieri mengatakan selain permintaan pasar cukup kuat, margin operasionmal di sektor kecantikan tampak paling tidak tertekan.

“(Hal ini karena) eksposur (terhadap) komoditas yang rendah, biaya pengiriman yang terbatas, dan inovasi untuk meningkatkan penjualan, terutama untuk merek premium,” ungkap mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi kosmetik ekonomi as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top