Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menhub Ingin Gandeng Prancis Garap Kereta Cepat, LRT, hingga IKN

Menhub Budi Karya menjajaki peluang kerja sama dengan Prancis untuk proyek kereta cepat, LRT, hingga IKN baru.
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjajaki peluang kerja sama dengan Prancis untuk proyek kereta cepat, LRT Jabodebek, hingga infrastruktur transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Budi Karya menemui Menteri Transportasi Prancis Clément Beaune untuk membahas sejumlah hal terkait sektor kereta api, pelayaran, penerbangan, hingga infrastruktur di IKN.

“Kami mencari kemungkinan kerja sama dengan salah satu operator di Prancis,” kata Budi dalam siaran pers, Jumat (2/9/2022).

Di sektor kereta api, Budi Karya membahas rencana pembangunan kereta cepat yang akan dilanjutkan sampai ke Surabaya, dan angkutan perkotaan LRT Jabodebek.

Selanjutnya, dia juga mengajak perusahaan sektor pelayaran asal Prancis untuk berkolaborasi dalam pengembangan pelabuhan Patimban, khususnya untuk meningkatkan utilisasi dan lalu lintas pelayaran di pelabuhan tersebut.

Di sektor penerbangan, Budi menawarkan kerja sama pengadaan suku cadang pesawat dengan standar keselamatan yang baik.

“Kami juga meminta dukungan Prancis dalam upaya meningkatkan jumlah armada pesawat di Indonesia yang berkurang akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Terakhir, Menhub juga mengundang perusahaan asal Prancis untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur transportasi di IKN baru. Sistem transportasi yang akan dibangun di IKN mengutamakan angkutan massal dengan energi terbarukan yang ramah lingkungan seperti kendaraan listrik dan otonom.

“Kami mendapat sambutan yang hangat dari Clément Beaune, semoga pertemuan ini dapat memperkuat kerja sama yang menguntungkan kedua negara,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper