Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IRENA and Siemens Energy Luncurkan Aliansi Dekarbonisasi untuk Capai Net Zero Economy

Siemens Energy dan IRENA luncurkan aliansi untuk Dekarbonisasi Industri agar tercapai target-target dari Paris Agreement.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 02 September 2022  |  18:17 WIB
Siemens Energy dan IRENA luncurkan aliansi dekarbonisasi industri untuk mencapai target Paris Agreement - dok resmi
Siemens Energy dan IRENA luncurkan aliansi dekarbonisasi industri untuk mencapai target Paris Agreement - dok resmi
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - International Renewable Energy Agency (IRENA), mitra co-founding Siemens Energy dan 13 perusahaan lain, yakni Enel Green Power, TAQA Arabia, Eni, Technip Energies, EDF Renewables, JSW, Tata Steel, Sable Chemicals, Tatanga Energy, Roland Berger, Repsol, Equinor dan TAQA, mengumumkan aliansi untuk Dekarbonisasi Industri Global.

Aliansi baru ini bertujuan untuk mengakselerasi ambisi net-zero dan dekarbonisasi rantai nilai industri dalam upaya mencapai target iklim dari Paris Agreement.

Aliansi baru ini secara resmi diluncurkan dengan mengadopsi Bali Declaration yang dihadiri oleh Director-General IRENA Francesco la Camera, dan Executive Board Member Siemens Energy Karim Amin, dalam ajang Investment Forum on Energy Transitions IRENA di Bali, Indonesia, pada Kamis (1/9/2022).

Sekitar 25% PDB global dihasilkan oleh sektor industri, yang juga menghasilkan 28% dari emisi GHG. Kemitraan berbasis dialog dan aksi sangat penting bagi para pemangku kepentingan industri untuk menjawab tantangan dan peluang dari transisi energi bersih.

Platform multi-stakeholder memungkinkan pertukaran dan kolaborasi tersebut bisa mengakselerasi aksi iklim global.

Director-General International Renewable Energy Agency (IRENA) Francesco La Camera mengatakan bahwa aliansi ini dibentuk mewakili komitmen yang semakin besar dari industri global untuk mengambil tindakan dekarbonisasi.

"Aliansi juga dilakukan untuk membuka peluang yang datang bersama dengan industrialisasi hijau melalui teknologi energi terbarukan dan teknologi-terkait transisi lainnya seperti hidrogen hijau. Bersama-sama, kami memberikan sinyal solidaritas yang jelas menjelang COP27 dan kami mengundang mitra-mitra baru untuk bergabung dengan visi bersama kami,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.

Menanggapi hal tersebut, Executive Board Member Siemens Energy Karim Amin mengatakan, pembentukan aliansi didorong oleh pilihan yang diambil dunia melalui Paris Agreement, yakni menuju net zero economy.

Sebagai konsekuensinya, industri-industri yang tidak mampu mengurangi jejak CO2 tidak akan kompetitif.

Faktor pendorong terbentuknya alisansi ini adalah rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan terhadap masyarakat dan generasi mendatang terkait dampak perubahan iklim

“Kita harus segera memangkas emisi gas rumah kaca jika kita ingin mengatasi perubahan iklim. Bertanggung jawab atas lebih dari seperempat emisi global, sektor industri adalah penghasil emisi terbesar kedua dan membutuhkan dekarbonisasi cepat," ucapnya pada Kamis.

Dalam upaya ini, kemitraan yang dibangun pun menjadi penting. Ia yakin Aliansi untuk Dekarbonisasi Industri akan mengakselerasi dekarbonisasi dengan mendirikan forum berbagi kelas-satu bagi mitra-mitra industri, teknologi dan pengetahuan.

Di lain sisi mengingat adanya konflik yang terjadi antara Rusia-Ukraina, yang berpengaruh pada energi-energi di dunia, Karim yakin Aliansi ini memiliki arti yang sangat penting.

Pasalnya ke depannya, pasti dibutuhkan sumber berkelanjutan yang ramah lingkungan dengan pasokan yang memadai.

Dengan itu, negara-negara tidak bergantung pada sumber gas atau bahan bakar fosil yang berasal dari negara atau wilayah yang tidak stabil atau tidak dapat diandalkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

siemens perubahan iklim energi
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top