Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Elon Musk Mau Ubah Gugatan Balik terhadap Twitter, Ada Apa?

Elon Musk berencana memasukkan pengaduan mantan kepala keamanan Twitter Pieter Zatko sebagai alasan lain untuk membatalkan rencana akuisisi.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 31 Agustus 2022  |  12:36 WIB
Elon Musk Mau Ubah Gugatan Balik terhadap Twitter, Ada Apa?
Founder Tesla Elon Musk - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Elon Musk telah meminta hakim Kathaleen St. J. McCormick dari Court of Chancery Delaware untuk mengizinkannya mengubah gugatan baliknya terhadap Twitter.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (31/8/2022), Elon Musk berencana memasukkan pengaduan mantan kepala keamanan Twitter Pieter Zatko yang menjadi whistleblower sebagai alasan lain untuk membatalkan rencana akuisisi platform media sosial tersebut senilai US$44 miliar atau Rp653,5 triliun.

Pengacara Elon Musk dan Twitter saling bertukar surat provokasi pada Selasa (30/8/2022) yang menunjukkan tuduhan whistleblower terhadap kelemahan Twitter mengenai akun bot spam dan gugatan Twitter yang berusaha memaksa miliarder dalam menyelesaikan kesepakatannya untuk membayar US$54,20 per saham.

Permintaan Chief Executive Officer (CEO) Tesla tersebut diajukan di pengadilan hari Selasa dengan lampiran yang berisi laporan ke kongres dari mantan kepala keamanan Twitter Pieter Zatko. Dalam pengaduannya pekan lalu, Zatko mengatakan ia menyampaikan keprihatinan atas jumlah akun bot spam, namun Twitter mengabaikannya.

Dalam pengajuan terpisah, pengacara Elon Musk mengatakan tuduhan Zatko berarti Twitter telah melanggar ketentuan perjanjian akuisisi. Pengacara Twitter segera menanggapi bahwa keputusan Elon Musk untuk membatalkan kesepakatan sepihak itu “tidak valid dan salah.”

Diketahui, Zatko telah dijadwalkan untuk bersaksi di depan kongres pada Selasa (13/9/2022) mendatang.

Elon Musk telah menghindari akuisisi Twitter selama berbulan-bulan, awalnya mengklaim karena basis pengguna perusahaan digelembungkan oleh jutaan akun bot. Kemudian, klaim Zatko yang muncul minggu lalu, telah memberikan amunisi baru bagi pihak Elon Musk untuk memperkuat alasan pembatalannya tersebut.

Jadwal persidangan telah ditetapkan pada Senin, 17 Oktober mendatang, tetapi pengacara Musk pada Selasa meminta untuk ditunda hingga November. Mereka mengeluh bahwa Twitter memiliki bukti kunci untuk melemahkan Elon Musk.

Sebagai tanggapan, pengacara Twitter pada Selasa balik menuduh pihak Elon Musk mencoba ‘menggagalkan jadwal persidangan’ dengan permintaannya.

Menurut Robert Miller, seorang profesor hukum di University of Lowa, hakim McCormick kemungkinan akan memberikan izin Musk untuk mengubah klaim gugatan baliknya.

Miller berargumen bahwa alasannya, “Karena permintaan semacam itu jarang ditolak dan tuduhan Zatko menimbulkan masalah sangat penting,” dikutip dari Bloomberg pada Rabu (31/8/2022).

Dalam pengajuan pengadilan, Twitter bersikeras bahwa pihaknya tidak melanggar kewajibannya kepada Elon Musk dan keluhan Zatko ‘dipenuhi dengan inkonsistensi, ketidakakuratan, dan tidak memiliki konteks yang penting.’

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elon musk twitter akuisisi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top