Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga BBM Turun, Warga AS Tersenyum Gembira. Segini Harganya Sekarang

Rata-rata harga BBM reguler di Amerika Serikat telah turun 70 hari berturut-turut setelah mencapai puncaknya.
Warga Amerika Serikat sedang mengisi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar AS./Bloomberg
Warga Amerika Serikat sedang mengisi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar AS./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Warga Amerika Serikat (AS) bergembira karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) terus turun selama 70 hari berturut-turut.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (24/8/2022), Asosiasi Otomotif AS (American Automobile Association/AAA) mencatat rata-rata harga BBM bensin reguler di SPBU AS mencapai US$3,892 per galon atau sekitar Rp15.280 per liternya.

Harga saat ini turun setelah mencapai rekor tertinggi US$5,016 per galon atgau Rp19.691 per liter. Harga BBM telah turun selama 70 hari berturut-turut dan belum pernah terjadi sebelumnya sejak bulan Januari 2017.

Penurunan harga bensin ini jelas menjadi angin segar bagi konsumen serta pemerintah dan bank sentral AS The Fed, yang berupaya menekan inflasi yang menggila. Lonjakan harga BBM di awal musim panas sebelumnya memaksa banyak orang untuk melupakan musim liburan mengemudi dan mengubah gaya hidup mereka.

Presiden AS Joe Biden telah mempertaruhkan banyak modal politiknya untuk menurunkan biaya energi, memerintahkan pelepasan jutaan barel minyak mentah dari cadangan strategis AS dan menggalang negara-negara lain untuk melakukannya.

Harga telah jatuh bersama dengan minyak mentah, komponen utama biaya bensin. Pada Rabu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terpantau melemah 0,32 persen ke level US$93,44 per barel.

Selain pelepasan 1 juta barel per hari cadangan minyak strategis AS, konsumsi bahan bakar musim panas yang relatif melemah dan kekhawatiran resesi yang lebih luas juga berkontribusi pada penurunan harga bensin ini.

Penurunan harga BBM kemungkinan akan berlanjut seiring dengan berakhirnya musim mengemudi. Meskipun telah turun, harga bensin saat ini masih 23 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih Cecilia Rouse mengatakan penurunan harga bensin ini menjadi salah satu contoh dari perkembangan ekonomi yang menggembirakan.

“Harga bensin di bawah US$ 4 per galon memberikan ruang bernapas yang sangat dibutuhkan bagi keluarga di seluruh AS,” ungkap Cecilia seperti dikutip Washington Post, Rabu (24/8).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper