Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Optimisme Konsumen Turun, Indef: Pemerintah Harus Tingkatkan Belanja

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2022 tercatat hanya sebesar 123,2 atau turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni 128,2.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 09 Agustus 2022  |  09:10 WIB
Optimisme Konsumen Turun, Indef: Pemerintah Harus Tingkatkan Belanja
Pengunjung berjalan di pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (4/8/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai perlu adanya penguatan daya beli konsumen untuk dapat menjaga optimisme dan tingkat konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2022 tercatat hanya sebesar 123,2 atau turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni 128,2. Sementara, belanja kementerian dan lembaga yang termasuk di dalamnya modal, barang dan lain-lain, hingga Juli turun 11,4 persen.

"Memang belanja pemerintah turun jika dibandingkan [bulan] yang lalu. Pemerintah harus meningkatkan belanja pemerintah untuk dialokasikan ke beberapa pos sebagai salah satu cara untuk penguatan daya beli masyarakat," kata Esther kepada Bisnis, Senin (8/8/2022).

Misalnya, lanjut dia, dengan memberikan bantuan sosial atau dana perlindungan sosial maupun berupa subsidi serta insentif. Di samping itu, pemerintah juga harus meningkatkan belanja modal dan belanja barang agar tercipta multiplier effect (efek berganda) ke masyarakat.

Dia juga menyarankan agar pemerintah tidak menaikkan harga energi terlebih dahulu. Pasalnya, naiknya harga energi berpotensi menimbulkan inflasi dan menggerus daya beli masyarakat.

Hal lain yang perlu dilakukan untuk menjaga optimisme dan tingkat konsumsi masyarakat adalah dengan mendorong peningkatan dan penguatan aktivitas ekonomi domestik. Menurutnya, ini dapat menjadi strategi jitu untuk bertahan di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian global.

Selanjutnya, dia menilai langkah untuk merevisi formula kenaikan UMP (upah minimum provinsi) agar sama dengan inflasi daerah guna menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan konsumsi.

"Insentif fiskal perlu diarahkan kepada sektor-sektor tertentu, tidak diberikan secara sporadic," lanjut dia.

Dan terakhir, katanya, dengan diberikannya restrukturisasi kredit terbatas kepada sektor-sektor industri tertentu yang masih belum pulih pasca pandemi Covid-19. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks keyakinan konsumen indef daya beli
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top