Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Ekonomi Filipina Melambat Jadi 7,4 Persen pada Kuartal II/2022

Otoritas Statistik Filipina mencatat produk domestik bruto (PDB) Filipina tumbuh 7,4 persen dalam tiga bulan hingga Juni (year-on-year/yoy).
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 09 Agustus 2022  |  13:11 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Filipina Melambat Jadi 7,4 Persen pada Kuartal II/2022
Warga menggunakan masker mencoba wahana hiburan yang kembali dibuka di tengah pandemi Covid-19 di Enchanted Kingdom in Santa Rosa, Laguna, Filipina, Minggu (25/10/2020). - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Filipina lebih lambat dari perkiraan pada kuartal II/2022 karena lonjakan inflasi yang mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun menekan konsumsi.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (9/8/2022), Otoritas Statistik Filipina mencatat produk domestik bruto (PDB) Filipina tumbuh 7,4 persen dalam tiga bulan hingga Juni (year-on-year/yoy). Angka tersebut melambat dari 8,2 persen pada kuartal pertama dan dibandingkan dengan estimasi median 8,4 persen dalam survei Bloomberg.

“Hambatan global, terutama inflasi impor, terutama pada energi dan makanan berkontribusi terhadap perlambatan yang nyata,” kata Menteri Perencanaan Ekonomi Filipina Arsenio Balisacan, dikutip dari Bloomberg pada Selasa (9/8/2022).

Tingkat produksi menyusut 0,1 persen dari kuartal sebelumnya dibandingkan perkiraan rata-rata sebesar 0,4 persen. Sementara itu, pengeluaran rumah tangga mengalami kontraksi sebesar 2,7 persen pada kuartal II/2022 dari periode Januari - Maret.

Inflasi pada kuartal kedua melebihi target bank sentral Filipina, Bangko Sentral ng Pilipinas, sebesar 2 - 4 persen menjadi 6,4 persen pada Juli, level tertinggi sejak Oktober 2018.

“Sementara itu, kinerja kuartal kedua sejalan dengan perkiraan pejabat yang memperkirakan pertumbuhan setidaknya 6,5 persen tahun ini,” ungkap Balisacan.

Untuk itu ekspansi di semester kedua mungkin lebih lambat dari semester pertama.

“Pembukaan kembali ekonomi secara penuh memang akan menghasilkan lebih banyak peluang menghasilkan pendapatan. Tetapi daya beli dari pendapatan itu mungkin terkikis oleh inflasi yang tinggi,” lanjutnya.

Namun, Filipina menonjol sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia. Hal ini mendukung rencana Presiden Ferdinand Marcos Jr. untuk meningkatkan belanja infrastruktur, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan kemiskinan.

Data PDB terbaru menyoroti tantangan bagi bank sentral dalam meningkatkan pengetatan kebijakan untuk mendinginkan inflasi. Gubernur bank sentral Felipe Medalla diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 24 atau 50 basis poin pada 18 Agustus dan akan menaikkan lagi untuk sisa tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina ekonomi filipina pdb
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top