Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Inti Singapura Melonjak 4,4 Persen Juni 2022, Tertinggi Sejak 2008

Otoritas Moneter Singapura (MAS) mencatat IHK inti, yang tidak termasuk transportasi pribadi dan akomodasi, naik 4,4 persen, tertinggi sejak November 2008
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  14:37 WIB
Inflasi Inti Singapura Melonjak 4,4 Persen Juni 2022, Tertinggi Sejak 2008
Singapura - Pegipegi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Inflasi inti Singapura melonjak ke level tertinggi dalam hampir 14 tahun terakhir pada Juni 2022. Hal ini mendorong bank sentral untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter.

Dilansir Bloomberg pada Senin (25/7/2022), Otoritas Moneter Singapura (MAS) mencatat indeks harga konsumer (IHK) inti, yang tidak termasuk transportasi pribadi dan akomodasi, naik 4,4 persen pada Juni 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Angka inflasi ini merupakan yang tertinggi sejak November 2022 dan melampaui median proyeksi analis dalam survei Bloomberg yang memperkirakan inflasi sebesar 4,1 persen.

IHK inti, yang menjadi patokan utama inflasi oleh MAS, diproyeksikan mencapai puncaknya pada kuartal III/2022, sebelum mereda menjelang akhir tahun, menurut pernyataan bersama MAS dengan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI).

“Kenaikan inflasi inti mencerminkan kenaikan harga yang lebih kuat di berbagai kategori layanan, makanan, ritel dan barang lainnya, serta listrik dan gas,” kata MAS dan MTI, dilansir Bloomberg pada Senin (25/7/2022).

Data tersebut mendukung keputusan Otoritas Moneter Singapura untuk memperketat kebijakan awal bulan ini, dan yang ketiga kalinya sepanjang tahun 2022, untuk mengatasi tekanan harga.

Analis pemperkirakan puncak inflasi belum dicapai, meskipun bank sentral bulan memperkirakan inflasi inti rata-rata mencapai 3 persen – 4 persen pada 2022, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,5 persen – 3,5 persen.

Kepala analis Asia di Australia & New Zealand Banking Group Khoon Goh mengatakan otoritas moneter Singapura masih akan terkejut dengan seberapa tinggi angka inflasi ini.

"Dengan tekanan inflasi yang mendasarinya masih sangat kuat, kami melihat perlunya adanya pengetatan kebijakan lebih lanjut pada tinjauan kebijakan Oktober mendatang," ungkap Goh.

Selain data IHK inti, IHK secara keseluruhan naik 6,7 persen, di atas median proyeksi sebesar 6,2 persen dan naik dari 5,6 persen bulan sebelumnya. MAS memperkirakan IHK ini naik antara 5 hingga 6 persen tahun 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi tekanan inflasi singapura ekonomi singapura
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top