Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lagi, Jepang & China Pangkas Kepemilikan Obligasi Treasury AS

Kepemilikan Jepang terhadap Treasury AS turun menjadi US$1,212,8 triliun pada Mei dari US$1.218,5 pada bulan sebelumnya. Surat utang pemerintah AS yang dimiliki China juga turun menjadi US$980,8 pada Mei
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juli 2022  |  10:14 WIB
Lagi, Jepang & China Pangkas Kepemilikan Obligasi Treasury AS
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Mingg (10/4/2022). Bloomberg - Tom Brenner
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kepemilikan obligasi pemerintah AS atau US Treasury oleh Jepang dan China kembali turun pada bulan Mei 2022, ke level terendah sejak awal tahun 2022.

Berdasarkan data Departemen Keuangan AS, kepemilikan obligasi Jepang turun menjadi US$1,212,8 triliun, turun dari US$1.218,5 pada bulan sebelumnya sekaligus level terendah sejak Januari 2020 ketika negara itu menyimpan obligasi pemerintah sebesar US$1,211 triliun.

Sementara itu, surat utang pemerintah AS yang dimiliki China juga turun menjadi US$980,8 pada Mei dari US$1.003 triliun bulan sebelumnya, level terendah sejak Mei 2010 ketika kepemilikannya berada di US$843,7 miliar.

China terbesar kedua di dunia itu telah mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah AS selama enam bulan berturut-turut.

Meskipun China dan Jepang menjual obligasi pemerintah AS pada Mei, imbal hasil obligasi pemerintah AS turun. Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun berada di 2,996 persen pada awal Mei, turun sekitar 15 basis poin menjadi 2,844 persen pada akhir bulan.

Secara keseluruhan, kepemilikan asing pada obligasi pemerintah AS turun menjadi US$7,421 triliun pada Mei, terendah sejak Mei 2021, dari US$7,455 triliun dolar AS pada April.

Analis suku bunga senior TD Securities Cennadiy Goldberg mengatakan ini adalah bulan penjualan lagi oleh investor asing. Tapi sepertinya penjualan mulai melambat karena pada Mei pergerakan suku bunga yang lebih tinggi sedikit memudar.

"Jepang dan China melakukan aksi jual yang merupakan kelanjutan dari tren baru-baru ini. Kami mendapat satu bulan lagi penjualan dari Jepang, tetapi jika Anda melihat kecepatannya, pasti ada perlambatan. Tidak seperti yang kita lihat di bulan Maret di akhir tahun fiskal Jepang,” ungkap Goldberg seperti dikutip Antara, Selasa (19/7/2022).

Berdasarkan transaksi, obligasi pemerintah AS melihat arus masuk asing bersih sebesar US$99,84 miliar pada Mei, terbesar sejak Maret 2021, dari arus keluar US$1,153 miliar pada April.

Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Mei dan pada Juni menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk mengekang inflasi yang sangat kuat.

Investor telah memperkirakan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi pada pertemuan Fed akhir bulan ini.

Di kelas aset lainnya, investor asing mencatatkan aksi jual saham AS pada Mei selama lima bulan berturut-turut sebesar US$9,15 miliar naik dari US$7,04 miliar pada April. Indeks S&P 500 telah turun hampir 20 persen sejak awal tahun.

Obligasi korporasi AS membukukan arus masuk pada Mei sebesar US$4,46 miliar, dibandingkan dengan arus masuk sebesar US$22,5 miliar pada bulan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

us treasury Obligasi Obligasi Pemerintah china jepang
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top