Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 5 Negara Tujuan Terbanyak Penempatan Pekerja Migran, Malaysia Masuk?

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat ada lima negara tujuan terbanyak penempatan Pekerja Migran Indonesia sepanjang periode Juni 2022.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 14 Juli 2022  |  16:46 WIB
Ini 5 Negara Tujuan Terbanyak Penempatan Pekerja Migran, Malaysia Masuk?
Pekerja Migran Indonesia (PMI) menunggu pendataan oleh petugas BP3TKI saat tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (27/5/2018). - ANTARA/Reza Novriandi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat lima negara terbesar dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbanyak periode Juni 2022.

Adapun, jumlah PMI yang tercatat oleh BP2MI saat ini yaitu 15.641 pekerja migran, lebih banyak dari Mei 2022 yakni 11.023 pekerja migran.

Berdasarkan negara penempatan, terdapat lima negara dengan penempatan PMI terbanyak pada periode Juli 2022. Hong Kong menduduki peringkat teratas dengan 5.010 penempatan atau 32 persen persen dari total penempatan.

Kemudian, Taiwan dengan 4.956 penempatan (31,6 persen persen); Korea Selatan dengan 942 penempatan (6 persen); Malaysia 812 penempatan (5,2 persen); dan Inggris dengan 771 penempatan (4,9 persen).

Apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yakni Mei 2022, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan menjadi tiga negara yang bertahan menduduki peringkat lima besar penempatan PMI terbanyak.

Tiga negara itu juga konsisten berada di posisi tiga teratas penempatan pekerja migran asal Indonesia terbanyak Januari-Juni 2022 yakni total 24.753 orang (Hong Kong); 17.890 orang (Taiwan); dan 3.030 orang (Korea Selatan).

Malaysia dan Inggris mengikuti di belakangnya dengan jumlah penempatan PMI sebanyak masing-masing 1.200 orang dan 933 orang.

Berdasarkan sektor, PMI yang bekerja di sektor formal tercatat sebanyak 9.638 penempatan atau 61 persen, atau lebih banyak dari informal sebanyak 6.003 penempatan atau 31 persen.

Pada periode sebelumnya, jumlah PMI yang bekerja di sektor formal dan informal masih cukup seimbang yakni 5.539 penempatan di sektor informal (50,2 persen) dan 5.484 penempatan pada sektor formal (49,8 persen).

Kendati demikian, pada semester I/2022, asisten rumah tangga (ART) atau housemaid masih menjadi pekerjaan paling banyak yang dilakukan oleh PMI. Selama Januari-Juni 2022, sebanyak 25.012 dari total 62.187 PMI bekerja menjadi ART di luar negeri.

Sebelumnya, Indonesia akan membekukan pengiriman pekerja migran ke Malaysia karena Pemerintah Malaysia melanggar komitmen yang telah tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia

Penandatangan MoU tersebut telah terlaksana di awal April 2022 yang berisi lima kriteria dalam penempatan dan perlindungan PMI di Malaysia. Penggunaan sistem satu kanal atau One Channel System (OCS) menjadi salah satu kriterianya.

Namun, Direktur Bina Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kemenaker Rendra Setiawan menyampaikan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia menemukan adanya sistem selain OCS, yakni System Maid Online (SMO) yang digunakan untuk merekrut pekerja domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekerja migran malaysia TKI Kemenaker Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia - BP2MI
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top