Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS Tahun 2022 Jadi 2,3 Persen

Selain memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi, IMF juga menaikkan proyeksi tingkat pengangguran menjadi 3,7 persen tahun ini,
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Juli 2022  |  10:30 WIB
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS Tahun 2022 Jadi 2,3 Persen
Seorang warga tengah berbelanja kebutuhan makanan di salah satu pusat perbelanjaan Amerika Serikat (AS). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini dan 2023 mendatang menyusul lonjakan inflasi.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (13/7/2022), Dewan Eksekutif IMF dalam laporan konsultasi Pasal IV  memangkas proyeksi kenaikan Produk Domestik Bruto AS menjadi 2,3 persen pada tahun 2022, turun dari 2,9 yang diproyeksikan bulan sebelumnya.

Konsultasi Pasal IV adalah penilaian IMF terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan negara setelah pertemuan dengan anggota parlemen dan pejabat publik.

Selain itu, IMF juga menaikkan perkiraan tingkat pengangguran hingga 2025, memperingatkan bahwa lonjakan inflasi yang luas menimbulkan risiko sistemik bagi kedua negara dan ekonomi global.

IMF sekarang juga memperkirakan tingkat pengangguran mencapai 3,7 persen tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan staf sebelumnya sebesar 3,2 persen. IMF juga memperkirakan angka tersebut akan melebihi 5 persen pada tahun 2024 dan 2025.

IMF tidak memberikan alasan apa pun untuk pengurangan perkiraan pertumbuhan AS dari bulan lalu. Tetapi prediksi barunya muncul setelah rilis data Departemen Perdagangan 30 Juni yang menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen yang disesuaikan dengan inflasi turun pada Mei untuk pertama kalinya tahun ini dan yang juga merevisi pengeluaran bulan-bulan sebelumnya lebih rendah.

Federal Reserve telah bersikap agresif untuk melawan inflasi terpanas dalam 40 tahun di tengah kritik bahwa kebijakan moneter yang longgar berlangsung terlalu lama karena ekonomi pulih dari Covid-19.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin bulan lalu dan mayoritas pejabat telah mengisyaratkan bahwa kenaikan lain dengan besaran yang sama akan dilakukan bulan ini.

Sementara itu, PDB AS berkontraksi pada kuartal pertama dan indikator data aktivitas, seperti indikator populer Fed Atlanta GDPNow, memperkirakan PDB akan kembali terkontraksi pada kuartal kedua ketika data dirilis pada 28 Juli.

“Prioritas kebijakan AS harus dengan cepat memperlambat pertumbuhan harga tanpa memicu resesi,” kata direktur eksekutif IMF.

Mereka melanjutkan, menghindari resesi di AS menjadi semakin menantang, dengan invasi Rusia ke Ukraina, pandemi Covid-19 yang masih ada, dan kendala sisi pasokan menciptakan kesulitan tambahan.

IMF mengakui bahwa menyesuaikan respons terhadap inflasi datang dengan taruhan tinggi dan bahwa salah mengambil kebijakan akan berdampak besar terhadap ekonomi dalam negeri dan ekonomi global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imf ekonomi as data ekonomi as pdb as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top