Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IMF Ragu Mata Uang Digital Mampu Beri Keuntungan untuk Masyarakat

IMF meragukan fungsi mata uang digital atau central bank digital currency (CBDC). Apa alasannya?
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  15:13 WIB
IMF Ragu Mata Uang Digital Mampu Beri Keuntungan untuk Masyarakat
Logo The International Monetary Fund (IMF). - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, BALI – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan bahwa konsep mata uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC) tidak memiliki keuntungan serta dampak signifikan sebagai instrumen alat pembayaran.

Division Chief in the Monetary and Capital Markets Department IMF Tommaso Mancini Griffoli menjelaskan bahwa hal itu terlihat dari perbandingan antara stabilitas penyimpanan nilai yang dimiliki oleh CBDC dengan produk deposito.

“Belum jelas CBDC akan memiliki keuntungan. Jika CBDC tidak menawarkan suku bunga dan bank komersial memiliki jaminan simpanan yang lebih baik, maka deposito mungkin sama amannya tetapi mampu menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi,” ujarnya dalam rangkaian G20 Finance Track di Nusa Dua, Bali, Selasa (12/7).

Griffoli melanjutkan bahwa saat ini banyak bank komersial yang mulai pindah ke ruang digital dan menawarkan sistem pembayaran yang lebih nyaman.

Hal itu dilakukan agar perbankan lebih dekat dengan nasabah serta mampu memahami kebutuhan konsumen secara lebih baik. Dia menlai Bank komersial juga dinilai pengalaman dalam pengembangan produk selaiknya CBDC.

"Bank komersial mungkin mampu menawarkan produk yang lebih menarik sebagai alat pembayaran," ucapnya.

Oleh sebab itu, Griffoli menyatakan bahwa CBDC perlu mengusung konsep yang berbeda. Kehadiran CBDC tidak hanya menjadi instrumen mata uang digital, melainkan juga hadir sebagai sebuah jaringan sekaligus platform.
.
“CBDC sebenarnya dapat berfungsi sebagai platform dasar di mana sektor swasta dapat mengembangkan solusi pembayaran dari instrumen yang ada saat ini. Jadi CBDC dalam hal itu akan melayani interoperabilitas antara solusi pembayaran pribadi,” tuturnya.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) berencana menerbitkan white paper terkait dengan pengembangan mata uang digital Indonesia atau Rupiah Digital. Bank sentral memastikan bahwa pengembangan digital currency ini akan memperhitungkan berbagai dampak yang ada.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono menuturkan mayoritas bank sentral dunia saat ini mulai melakukan tahapan riset dan percobaan penerbitan CBDC.

Menurut Doni, dalam perkembangannya saat ini, berbagai bank sentral di dunia cukup berhati-hati dan terus mempelajari berbagai kemungkinan atas dampak dari CBDC tersebut.

“BI terus mendalami CBDC dan akhir tahun ini berada pada tahap untuk mengeluarkan white paper pengembangan Digital Rupiah,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imf mata uang digital deposito
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top