Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Cabai dan Bawang Naik Akibat Stok Terbatas, Kementan: Harap Sabar

Kementan meminta masyarakat untuk sabar menghadapi harga cabai dan bawang yang naik akibat stok terbatas.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  14:55 WIB
Harga Cabai dan Bawang Naik Akibat Stok Terbatas, Kementan: Harap Sabar
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis - Eusebio Chysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) berharap masyarakat bisa bersabar saat kondisi pasokan bawang dan cabai yang terbatas akibat kendala faktor cuaca.

Pergerakan harga bawang merah dan cabai masih terus menunjukkan tren kenaikan dalam satu bulan terakhir sebagai imbas dari faktor cuaca yang menghambat proses penanaman sehingga pasokan cukup terbatas.

“Sabar, nanti kalau musimnya masuk, mereka akan tanam lagi,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto, Selasa (12/7/2022).

Harga cabai rawit merah pada hari ini, Selasa (12/7/2022) mengalami kenaikan pesat mencapai 7,03 persen dibandingkan kemarin.

Dia mengatakan kondisi cuaca yang masih banyak terjadi hujan dengan curah tinggi membuat petani enggan menanam cabai.

“Petani takut ambil risiko untuk tanam cabai dan bawang, daripada rusak, mending tanam padi, airnya masih banyak,” ujarnya.

Kementerian Perdagangan mencatat hingga akhir Juni 2022 stok cabai dan bawang masih di bawah normal. Prihasto menyampaikan masyarakat untuk bersabar karena hal ini terjadi akibat cuaca.

Berdasarkan laporan Perkembangan Harga, Inflasi, dan Stok Indikatif Barang Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan mencatat kenaikan harga cabai karena berkurangnya pasokan sebagai akibat curah hujan tinggi, serangan hama penyakit Antraknosa/Patek di sentra produksi seperti Tuban, Blitar, dan Kediri.

Adanya pengalihan fungsi lahan ke komoditas lain, perubahan pola/jadwal tanam, dan kenaikan harga Saprodi-pestisida di beberapa sentra produksi juga menjadi alasan kenaikan harga tersebut.

Sementara untuk bawang kenaikan harga bawang merah karena berkurangnya pasokan sebagai akibat masa panen beberapa sentra produksi di pulau Jawa (Nganjuk, Demak, dan Probolinggo) telah berakhir di Mei. Selain itu, juga terjadi akibat mundurnya masa tanam akibat cuaca ekstrim serta tingginya serangan organisme pengganggu tanaman atau OPT dan belum didukung teknologi pascapanen.

Kementerian Pertanian  dan Kementerian Perdagangan pun memperkirakan pasokan akan kembali normal di akhir Juli hingga September 2022.

Melihat kondisi akibat cuaca dan penyakit yang selalu berulang, Guru Besar IPB University Bayu Krisnamurthi meminta pemerintah untuk membantu petani untuk dapat mengantisipasi kondisi tersebut, sehingga pasokan pangan tetap terjaga.

“Pemerintah harus membantu pelaku usaha, terutama petani, agar dapat mengantisipasi kondisi itu, sekarang, dan terutama di masa depan,” ujarnya, Senin (11/7/2022). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang merah bawang harga bawang harga cabai cabai kementan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top