Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sri Mulyani: PPS Berhasil Ungkap Rp61 Triliun Harta di Asean

Menkeu Sri Mulyani mengatakan pemerintah membutuhkan program pengungkapan sukarela (PPS) untuk ungkap harta sebesar Rp61 triliun di Asean.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati/Youtube Ministry of Finance Republic Indonesia
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati/Youtube Ministry of Finance Republic Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah baru mampu mengungkap Rp61,03 triliun harta wajib pajak di kawasan Asean setelah menyelenggarakan program pengungkapan sukarela atau PPS.

Harta terbesar berada di tetangga terdekat, yaitu Singapura.

Sri Mulyani memaparkan 15 negara yang menjadi asal deklarasi dan repatriasi, atau lokasi beradanya harta-harta luar negeri para peserta PPS. Secara total, Rp59,9 triliun terungkap dan tetap berada di luar negeri, sedangkan Rp16,05 triliun direpatriasi.

Dari 15 negara yang disebutkan Sri Mulyani, tiga di antaranya merupakan tetangga dekat, yakni negara-negara di Asean. Bukan hanya itu, pengungkapan harta terbesar justru terdapat di negara yang menempel dengan Indonesia, yakni Singapura.

"Tetap yang pertama di Singapura, mayoritas bahkan. Rp56,9 triliun adalah yang hartanya ada di Singapura, dengan jumlah pesrerta 7.997 wajib pajak," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil kinerja PPS, Jumat (2/7/2022).

Harta senilai Rp1,18 triliun terungkap dari Negeri Jiran, Malaysia yang dimiliki oleh 422 wajib pajak.

Lalu, terdapat Rp164,26 miliar aset yang berada di Filipina, milik 16 wajib pajak.

Total harta PPS yang terungkap di kawasan Asean menjadi Rp61,03 triliun, berasal dari 8.435 wajib pajak.

Pemerintah meraup pajak penghasilan (PPh) senilai Rp7,2 triliun dari Singapura, Rp162,2 miliar dari Malaysia, dan Rp22,9 miliar dari Filipina, sehingga total pajak dari harta-harta di Asean menjadi Rp7,8 triliun.

Sri Mulyani pun menyebut bahwa terdapat harta yang berada di negara-negara tax haven. Mirisnya, nilai harta terbesar kedua justru ada di negara tax haven, yakni Kepulauan Virginia di Britania Raya dengan harta terungkap Rp4,97 triliun milik 50 peserta PPS.

"Kepulauan Virginia yang merupakan daerah United Kingdom ada 50 wajib pajak, dengan total harta Rp4,97 triliun, dan kami mendapatkan [PPh] Rp601 miliar," kata Sri Mulyani.

Dari 15 negara asal deklarasi dan repatriasi PPS itu, Sri Mulyani hanya menyebut tiga negara sebagai tax haven, yakni Kepulauan Virginia Britania Raya, Kepulauan Virginia Amerika Serikat, dan Kepulauan Cayman.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper