Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina Bikin Ongkos Pengapalan Melambung

Perang Rusia vs Ukraina ternyata bikin ongkos pengapalan kian melambung. Apa penyebabnya?
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  14:05 WIB
Kapal tanker bersandar pengilangan minyak Bayonne, New Jersey, Amerika Serikat../Antara - Reuters
Kapal tanker bersandar pengilangan minyak Bayonne, New Jersey, Amerika Serikat../Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perang Rusia vs Ukraina telah mengguncang pasar energi dan menjungkirbalikkan arus perdagangan global sehingga biaya pengapalan kian melambung. 

Tarif angkutan kapal terkerek pada awal 2020 setelah pandemi menghancurkan konsumsi minyak dan memaksa produsen segera mengekspor produk mereka agar simpanan tidak membengkak.

Menurut data Baltic Exchange, tarif pengangkutan bahan bakar seperti bensin dan solar, yang dikenal di industri sebagai angkutan tanker bersih, naik lebih dari dua kali lipat ke level tertinggi pada tahun ini sejak April 2020.

Para pemilik kapal bahkan bisa meraup pendapatan lebih dari US$49.000 dalam sehari untuk mengirim produk dari Korea Selatan ke pusat distribusi di Singapura.

Angka itu berkali lipat lebih besar ketimbang sebelum perang pecah yang sekitar US$98 per hari. Pada saat yang sama, permintaan kapal untuk mengangkut bahan bakar diperkirakan naik 6 persen tahun ini terutama dari Eropa.

"Tekad Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan Rusia kemungkinan akan bertahan lebih lama dari perang di Ukraina dan itu akan mengubah rute perdagangan," kata Kepala Penelitian Kapal Tanker Braemar ACM Shipbroking Anoop Singh, seperti dikutip Bloomberg pada Kamis (23/6/2022).

Perlu diketahui, Rusia adalah pemasok diesel eksternal terbesar ke Eropa sebelum perang di Ukraina terjadi. Kenaikan tarif bahkan terjadi jauh lebih tinggi di kawasan lain. Salah satu contohnya pengiriman untuk rute Timur Tengah ke Jepang yang biasa disebut TC-5 merogoh ongkos US$56.000 per hari pada Selasa.

Angka itu jauh dibandingkan dengan US$61 per hari pada Februari. Sementara itu, pengapalan bahan bakar dari Amerika Serikat ke Brasil atau rute TC-18 mencapai US$37.000 per hari, naik dari US$3.800 per hari pada 4 bulan lalu.

Menurut penyewa kapal tanker, lonjakan awal tarif pengangkutan minyak mentah belum bertahan, salah satunya karena berkurangnya permintaan dari China. Untuk itu, para pemilik kapal mengalihkan sebagian armada mereka untuk mengangkut bahan bakar daripada minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal perdagangan global Perang Rusia Ukraina
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top