Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Update Bahan Pokok: Harga Cabai, Daging, dan Bawang Mulai Turun!

Meski terpantau turun, harga-harga pangan tersebut masih terbilang cukup tinggi dari harga normal.
Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Harga pangan strategis seperti berbagai jenis cabai, daging, dan bawang masih terpantau tinggi secara rata-rata nasional. Tetapi, hari ini, (23/6/2022), terpantau mulai mengalami penurunan.

Berdasarkan data di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 23 Juni 2022, harga cabai rawit rata-rata turun 5,16 persen dari kemarin menjadi Rp76.150/kg. Secara rinci bila dibandingkan kemarin, harga cabai rawit hijau turun Rp6.100 per kilogram sedangkan cabai rawit merah turun Rp900/kg.

Sama halnya dengan cabai rawit, cabai merah besar perlahan ikut turun sebesar Rp4.050/kg menjadi Rp65.300/kg. Sementara cabai merah keriting turun Rp6.650 per kilogram menjadi Rp69.300/kg.

Dalam data tersebut juga terpantau harga daging sapi turun hingga Rp4.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, setelah sebelumnya betah bertengger di kisaran Rp134.000/kg dalam satu minggu terakhir.

Melihat perkembangan komoditas lainnya, bawang putih menunjukkan tren penurunan dalam satu minggu terakhir sedangkan harga bawang merah terus meroket.

Harga bawang merah rata-rata per 23 Juni 2022 mencapai Rp56.400/kg, sedangkan pada 16 Juni 2022 tercatat di angka Rp50.900 per kilogram.

Meski terpantau turun, harga-harga pangan tersebut masih terbilang cukup tinggi dari harga normal seperti cabai yang biasanya ada di kisaran Rp30.000an per kilogram. Kondisi tingginya harga pangan ini akibat distribusi yang belum merata dan pasokan yang terhambat.

Kementerian Perdagangan melihat berdasarkan pantauan, di beberapa sentra produksi di wilayah pulau Jawa seperti di Nganjuk, Demak, dan Probolinggo pada Mei masa panen telah berakhir dan tengah memasuki masa tanam sehingga pasokan bawang dari daerah sentra tersebut berkurang. Alhasil, kondisi tersebut menyebabkan pasokan bawang merah di pasaran berkurang.

Kemendag memperkirakan pasokan akan kembali normal pada masa panen raya bulan Juli sampai dengan September.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) telah meminta kepada pemerintah menjaga stabilitas harga dan melakukan distribusi dari wilayah yang surplus ke wilayah yang defisit.

“Kami meminta kepada pemerintah untuk membantu subsidi distribusi dari wilayah-wilayah yang surplus ke wilayah-wilayah yang kebutuhan konsumsinya cukup besar,” ujar Sekretaris Jenderal Ikappi Reynaldi Sarijowan, Rabu (22/6/2022).

Pedagang turut meminta untuk memangkas rantai pasok distribusi yang juga berdampak pada harga jual yang ditetapkan karena omzet yang diterima pedagang sudah anjlok hingga 50 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper