Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Supir Truk di Korsel Berhenti Mogok Kerja, Rantai Pasok Diharapkan Lancar

Pengemudi truk di Korea Selatan melakukan mogok kerja sejak 7 Juni.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 15 Juni 2022  |  15:53 WIB
Supir Truk di Korsel Berhenti Mogok Kerja, Rantai Pasok Diharapkan Lancar
Ilustrasi - - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA — Pengapalan peti kemas global diharapkan kembali lancar setelah para pengemudi truk Korea Selatan yang sempat mogok kerja telah menyepakati perjanjian dengan pemerintah.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (15/6/2022), para pengemudi kembali bekerja pada Rabu pagi setelah menyepakati perpanjangan sistem tarif angkutan yang menjamin upah minimum.

Di bawah kesepakatan tersebut, Kementerian Transportasi Korea Selatan akan menyediakan subsidi untuk mengurangi tekanan kenaikan harga bahan bakar.

Hal itu disampaikan oleh Divisi Solidaritas Pengemudi Truk Kargo dari Serikat Pekerja Layanan Publik dan Transportasi Korea. Kesepakatan diteken setelah empat kali diskusi gagal.

Pengemudi truk di Korea Selatan melakukan mogok kerja sejak 7 Juni. Aksi itu dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga dan gangguan rantai pasok global yang meluas yang diakibatkan lockdown di China dan peperangan di Ukraina.

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi memperkirakan minggu ini bahwa industri utama telah mengalami gangguan produksi senilai sekitar 1,6 triliun won (US$1,2 miliar).

Pengiriman mobil, produk petrokimia, baja dan bahan untuk chip semikonduktor terpaksa tertunda. Kekhawatiran mogok kerja berkepanjangan dapat menghentikan aktivitas produksi lebih parah dan bahkan membahayakan keamanan energi negara.

Saham beberapa perusahaan yang terkena dampak pemogokan kembali menguat pada awal perdagangan Rabu. Hyundai Motor Co. naik sebanyak 4,4 persen, Korea Cement Co. melonjak 11 persen, Posco Holdings Inc., dan LG Chem Ltd. sedikit berubah.

Produsen baja Posco menangguhkan produksi pada empat pabrik batang kawat baja dan pabrik baja putih atau cold rolled steel setelah aksi mogok.

Sementara produsen petrokimia juga melihat gudang penuh, karena mereka tidak dapat mengirimkan bahan mentah yang digunakan untuk memproduksi berbagai produk seperti pakaian hingga mobil.

Akibat mogok massal, volume pengiriman kontainer harian dari dan keluar ke 12 pelabuhan di Korea turun hingga 53 persen pada Selasa, dibandingkan dengan rata-rata pada Mei.

Volume inbound dan outbound di Busan, pelabuhan tersibuk ketujuh di dunia juga hanya mengirim separuh dari jumlah yang biasanya.

LG Chem, Kumho Petrochemical Co. dan Hanwha Totalenergies Petrochemical Co. mengatakan bahwa pengiriman akan dilanjutkan pada Rabu dan produksi akan kembali normal secara bertahap.

"Kami masih dalam keadaan yang tidak stabil. Kami seperti berjalan di atas es yang tipis karena menghadapi tingginya inflasi dan krisis ekonomi," kata Presiden Korsel Yoon Suk Yeol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global peti kemas logistik korea selatan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top