Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mulai 2023, Bus Listrik Beroperasi Penuh di Bandung dan Surabaya

Kemenhub menargetkan bus listrik beroperasi penuh di dua daerah yaitu Bandung dan Surabaya pada 2023.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 09 Juni 2022  |  19:14 WIB
Mulai 2023, Bus Listrik Beroperasi Penuh di Bandung dan Surabaya
Bus Listrik Baterai BYD. /BYD

Bisnis.com, JAKARTA - Elektrifikasi angkutan massal darat di Indonesia ditargetkan mulai pada akhir 2022 dan beroperasi penuh pada 2023 di dua daerah yaitu Bandung dan Surabaya. 

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan implementasi bus listrik sebagai angkutan massal nantinya akan beroperasi di dua kota terlebih dahulu yakni Bandung, Jawa Barat dan Surabaya, Jawa Timur.

"Untuk bus listriknya baru akan kita mulai akhir 2022, dan akan beroperasi penuh di 2023 dan ini baru di dua kota yaitu Bandung dan Surabaya," kata Kasubdit Angkutan Orang AKAP Angkutan Dit Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Handa Lesmana pada Busworld Southeast Asia Webinar, Rabu (8/6/2022).

Sebelumnya, Kemenhub sempat menyatakan bahwa sebanyak 30 bus listrik disiapkan untuk keperluan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada akhir 2022. Setelah digunakan untuk keperluan KTT, nantinya bus tersebut akan digunakan untuk keperluan angkutan Buy The Service (BTS) perkotaan di Bandung dan Surabaya.

Apabila milestone pada 2023 berhasil, Handa menyebut penggunaan bus listrik nantinya bisa diperluas dan ditambah pada tahun-tahun berikutnya.

Tantangan ke depan, lanjut Handa, yakni penyediaan bus listrik untuk angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP). Keterbatasan kapasitas baterai untuk kendaraan listrik serta kesediaan fasilitas charging station menjadi tantangan untuk bisa mengembangkan elektrifikasi angkutan massal darat.

Kemenhub mencatat bahwa sampai dengan saat ini teknologi baterai pada kendaraan masih terbatas yakni baru bisa mencapai jarak 300 kilometer (km) dengan kecepatan 70 kilometer per jam, dalam sekali pengisian (charging). Oleh sebab itu, baru jenis angkutan AKAP Trans Jawa dan Trans Sumatra dengan jarak kurang dari 300 kilometer yang baru bisa menggunakan kendaraan listrik.

"Sehingga kita masih hati-hati sekali menerapkan bus listrik ini untuk antarkota. Kalaupun akan diterapkan dalam waktu dekat mungkin untuk jarak pendek [dekat] dulu misalnya ke Bandung atau Jabodetabek, atau radiusnya belum terlalu jauh," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik transportasi massal Kendaraan Listrik Bus Listrik
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top