Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MTI: G20 Jadi Momentum Kembangkan Transportasi Massal Listrik

Presidensi G20 oleh Indonesia pada tahun ini dinilai bisa dimanfaatkan untuk menjadi momentum untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 09 Juni 2022  |  17:31 WIB
MTI: G20 Jadi Momentum Kembangkan Transportasi Massal Listrik
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12 - 2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTO\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Presidensi G20 oleh Indonesia pada tahun ini dinilai bisa dimanfaatkan untuk menjadi momentum untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik. Apalagi, transisi energi menjadi salah satu prioritas Indonesia dalam Presidensi G20.

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai momentum kendaraan listrik menjadi keniscayaan. Untuk itu, posisi strategis Indonesia dalam G20 dinilai harus dimanfaatkan dengan baik.

"Kendaraan listrik bukan keraguan lagi. G20 jadi momentum untuk pengembangan lebih lanjut," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MTI Harya S. Dillon pada Busworld Southeast Asia Webinar, Rabu (8/6/2022).

Saat ini, pengembangan kendaraan listrik salah satunya didorong untuk moda transportasi massal seperti bus. Contohnya, Transjakarta menargetkan pengadaan 10.047 bus listrik dapat beroperasi 2030 mendatang.

Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyediakan sekitar 30 bus listrik yang nanti akan digunakan untuk keperluan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia G20. Setelah acara pada akhir tahun itu, nanti bus listrik akan digunakan sebagai layanan Buy The Service (BTS) di Bandung dan Surabaya.

Menurut pria yang akrab disapa Koko itu, pengadaan bus listrik akan semakin mudah, dari sisi penerbitan peraturan atau kebijakan, karena akan mudah mendapatkan dukungan politik. Koko menilai isu penyediaan transportasi umum cenderung bipartisan.

"Saya optimis perbaikan angkutan bus ini dapat dukungan politik. Tidak ada satu tokoh politik yang akan mencabut busway dan lain-lain, apalagi di Jakarta," ujarnya.

Tidak hanya dukungan secara politik, Koko menilai momentum kendaraan listrik bisa menarik pendanaan hijau atau green financing.

"Opportunity tidak sedikit, dengan program elektrifikasi kita bisa buka peluang green financing," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 masyarakat transportasi indonesia Kendaraan Listrik G20 Indonesia
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top