Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

MTI: G20 Jadi Momentum Kembangkan Transportasi Massal Listrik

Presidensi G20 oleh Indonesia pada tahun ini dinilai bisa dimanfaatkan untuk menjadi momentum untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik.
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTOrn
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTOrn

Bisnis.com, JAKARTA - Presidensi G20 oleh Indonesia pada tahun ini dinilai bisa dimanfaatkan untuk menjadi momentum untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik. Apalagi, transisi energi menjadi salah satu prioritas Indonesia dalam Presidensi G20.

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai momentum kendaraan listrik menjadi keniscayaan. Untuk itu, posisi strategis Indonesia dalam G20 dinilai harus dimanfaatkan dengan baik.

"Kendaraan listrik bukan keraguan lagi. G20 jadi momentum untuk pengembangan lebih lanjut," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MTI Harya S. Dillon pada Busworld Southeast Asia Webinar, Rabu (8/6/2022).

Saat ini, pengembangan kendaraan listrik salah satunya didorong untuk moda transportasi massal seperti bus. Contohnya, Transjakarta menargetkan pengadaan 10.047 bus listrik dapat beroperasi 2030 mendatang.

Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyediakan sekitar 30 bus listrik yang nanti akan digunakan untuk keperluan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia G20. Setelah acara pada akhir tahun itu, nanti bus listrik akan digunakan sebagai layanan Buy The Service (BTS) di Bandung dan Surabaya.

Menurut pria yang akrab disapa Koko itu, pengadaan bus listrik akan semakin mudah, dari sisi penerbitan peraturan atau kebijakan, karena akan mudah mendapatkan dukungan politik. Koko menilai isu penyediaan transportasi umum cenderung bipartisan.

"Saya optimis perbaikan angkutan bus ini dapat dukungan politik. Tidak ada satu tokoh politik yang akan mencabut busway dan lain-lain, apalagi di Jakarta," ujarnya.

Tidak hanya dukungan secara politik, Koko menilai momentum kendaraan listrik bisa menarik pendanaan hijau atau green financing.

"Opportunity tidak sedikit, dengan program elektrifikasi kita bisa buka peluang green financing," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper